Saturday, 31 October 2026
Politik

Kuliah di Harvard, Jusuf Kalla Bicara Kepemimpinan di Tengah Ketidakpastian

Gedung universitas bersejarah dengan arsitektur klasik di bawah langit cerah

Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla menyampaikan kuliah umum tentang kepemimpinan di Harvard University, Amerika Serikat, pada Kamis, 22 Oktober 2026. Kuliah tersebut digelar di hadapan mahasiswa Harvard Kennedy School Indonesia Public Policy Program dan Harvard University Asia Center Southeast Asia Initiative, di Belfer Case Study Room, CGIS South, Cambridge, Massachusetts.

Kuliah itu mengangkat tema Kepemimpinan di Tengah Ketidakpastian: Pelajaran dari Pengalaman. Tema tersebut membahas bagaimana seorang pemimpin mengambil keputusan di tengah situasi yang penuh ketidakpastian, dengan informasi yang tidak selalu lengkap dan kepentingan yang beragam.

Dalam kuliahnya, Jusuf Kalla mengingatkan bahwa ketidakpastian dunia saat ini sangat dipengaruhi oleh perang di berbagai kawasan. Konflik Rusia-Ukraina dan ketegangan di Timur Tengah, termasuk konflik yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran, berdampak terhadap perekonomian dunia, dan Indonesia tidak bisa menghindari dampak dari situasi tersebut.

Selain perang, Jusuf Kalla menyebut ancaman bencana alam, korupsi, dan kebijakan belanja negara sebagai faktor yang perlu diantisipasi secara serius. Menurutnya, pemimpin perlu memiliki kemampuan membaca situasi, mengambil keputusan yang tepat, dan mengantisipasi dampak krisis yang meluas melampaui batas negara.

Ia menekankan bahwa kekuatan finansial dan kepemilikan peralatan modern tidak selalu cukup untuk menghadapi berbagai tantangan. Semangat, keberanian, penguasaan ilmu pengetahuan, dan inovasi juga menjadi faktor penting. Ia mencontohkan Iran yang mampu mempertahankan kapasitasnya di tengah tekanan dan sanksi internasional selama bertahun-tahun berkat ketahanan nasional dan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Jusuf Kalla juga mengingatkan pemerintah agar menyusun belanja negara berdasarkan skala prioritas dan kemampuan keuangan. Ia menegaskan, jangan sampai pengeluaran terlalu besar sementara kemampuan membayar terbatas, karena utang hari ini pada akhirnya menjadi tanggungan generasi mendatang.

Kuliah di Harvard merupakan bagian dari rangkaian agenda akademik Jusuf Kalla di Amerika Serikat pada 13 hingga 23 Oktober 2026. Sebelumnya, ia mengisi kuliah sebagai dosen tamu di Northern Illinois University melalui Vice President Kalla Lecture Series, dengan topik otonomi daerah, dinamika politik Indonesia, penyelesaian konflik, dan ekonomi hijau. Rangkaian itu ditutup pada 23 Oktober 2026 di MacMillan Center, Yale University, dengan pembahasan penyelesaian konflik, pembangunan perdamaian, serta respons kemanusiaan dan bencana di Indonesia yang majemuk.

Momentum kuliah tersebut berdekatan dengan peringatan Sumpah Pemuda pada 28 Oktober, ketika pada 1928 sekelompok pemuda berkumpul di Batavia untuk merumuskan tekad persatuan bangsa. Semangat musyawarah para pemuda itu menjadi pengingat bahwa kepemimpinan yang baik lahir dari kemampuan mendengar, mengambil keputusan bersama, dan menempatkan kepentingan bangsa di atas kepentingan kelompok. Pesan tentang kepemimpinan di tengah ketidakpastian pun menemukan gema dalam sejarah Indonesia sendiri: bangsa ini dibangun oleh keberanian mengambil keputusan besar di saat masa depan belum pasti.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia Jusuf Kalla menyampaikan kuliah umum tentang kepemimpinan di Harvard University, Amerika Serikat, pada Kamis, 22 Oktober 2026.
  • Kuliah tersebut digelar di hadapan mahasiswa Harvard Kennedy School Indonesia Public Policy Program dan Harvard University Asia Center Southeast Asia Initiative, dengan tema Kepemimpinan di Tengah Ketidakpastian: Pelajaran dari Pengalaman.
  • Dalam kuliahnya, Jusuf Kalla mengingatkan bahwa ketidakpastian dunia dipengaruhi perang di berbagai kawasan, ancaman bencana alam, korupsi, dan kebijakan belanja negara.
  • Ia menekankan bahwa kekuatan finansial dan peralatan modern tidak selalu cukup, karena semangat, keberanian, penguasaan ilmu pengetahuan, dan inovasi juga menjadi faktor penting.
  • Jusuf Kalla mengingatkan pemerintah agar menyusun belanja negara berdasarkan skala prioritas dan kemampuan keuangan, karena utang hari ini menjadi tanggungan generasi mendatang.
  • Kuliah di Harvard merupakan bagian dari rangkaian agenda akademik Jusuf Kalla di Amerika Serikat pada 13 hingga 23 Oktober 2026, yang sebelumnya diisi di Northern Illinois University dan ditutup di Yale University.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *