Friday, 30 October 2026
Ekonomi

Penerimaan Bea Cukai Sulsel Capai Rp187 Miliar hingga Triwulan III 2026

Pejabat Kanwil Bea Cukai Sulawesi Bagian Selatan menyampaikan keterangan dalam konferensi pers di depan papan data kinerja

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Sulawesi Bagian Selatan mencatat realisasi penerimaan sebesar Rp187 miliar hingga triwulan III 2026. Capaian ini menggambarkan kinerja penghimpunan penerimaan negara dari sektor kepabeanan dan cukai di wilayah tersebut sepanjang sembilan bulan pertama tahun ini.

Bea dan cukai merupakan salah satu sumber penerimaan negara yang dipungut dari lalu lintas barang. Bea masuk dikenakan atas barang impor, bea keluar atas barang ekspor tertentu, sedangkan cukai dikenakan atas barang-barang tertentu seperti hasil tembakau dan minuman beralkohol sesuai ketentuan yang berlaku.

Di wilayah Sulawesi Bagian Selatan, penerimaan bea cukai dipengaruhi oleh aktivitas perdagangan dan industri di kawasan tersebut. Pelabuhan, kawasan industri, dan sentra produksi menjadi simpul utama tempat barang keluar-masuk dan tempat pungutan negara dihimpun.

Realisasi hingga triwulan III menjadi penanda penting karena menunjukkan capaian tiga perempat perjalanan tahun anggaran. Angka ini biasanya menjadi bahan evaluasi bagi jajaran bea cukai untuk menilai apakah target tahunan masih berada di jalur yang tepat, atau apakah diperlukan langkah tambahan pada triwulan terakhir.

Di luar soal angka, tugas bea cukai tidak berhenti pada penghimpunan penerimaan. Institusi ini juga mengemban fungsi pengawasan: mencegah masuknya barang ilegal, memberantas penyelundupan, mengawasi peredaran barang kena cukai ilegal, dan melindungi masyarakat dari barang-barang yang membahayakan kesehatan dan keamanan.

Fungsi pengawasan dan fungsi penerimaan saling berkaitan. Pengawasan yang efektif menutup kebocoran penerimaan, sementara penerimaan yang optimal memberi ruang fiskal bagi negara untuk membiayai pembangunan, termasuk pembangunan di daerah penghasil penerimaan itu sendiri.

Bagi dunia usaha, kinerja bea cukai yang baik juga berarti kepastian dan kelancaran arus barang. Proses kepabeanan yang cepat, transparan, dan dapat diprediksi menekan biaya logistik dan meningkatkan daya saing produk daerah di pasar nasional maupun ekspor.

Dengan capaian Rp187 miliar hingga triwulan III 2026, Kanwil DJBC Sulawesi Bagian Selatan kini memasuki triwulan terakhir dengan pekerjaan rumah yang jelas: menjaga momentum penerimaan, memperkuat pengawasan, dan memastikan pelayanan kepada pengguna jasa tetap berjalan dengan baik hingga tutup tahun anggaran.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Sulawesi Bagian Selatan mencatat realisasi penerimaan Rp187 miliar hingga triwulan III 2026.
  • Bea dan cukai merupakan sumber penerimaan negara dari lalu lintas barang, termasuk bea masuk, bea keluar, dan cukai.
  • Realisasi hingga triwulan III menjadi penanda capaian tiga perempat perjalanan tahun anggaran dan bahan evaluasi menuju triwulan terakhir.
  • Selain menghimpun penerimaan, bea cukai mengemban fungsi pengawasan untuk mencegah barang ilegal dan penyelundupan.
  • Kinerja bea cukai yang baik memberi kepastian arus barang dan menekan biaya logistik bagi dunia usaha.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *