Wednesday, 28 October 2026
Ekonomi

Kredit CIMB Niaga Tumbuh 6,7 Persen menjadi Rp242,6 Triliun hingga September 2026

Layanan perbankan CIMB Niaga di kantor cabang

PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) mencatat total kredit dan pembiayaan tumbuh 6,7 persen secara tahunan menjadi Rp242,6 triliun hingga akhir September 2026. Kinerja intermediasi itu diumumkan di Jakarta pada Rabu, 28 Oktober 2026, di tengah dinamika ekonomi yang masih menantang.

Pertumbuhan kredit tertinggi berasal dari segmen perbankan korporasi yang naik 15,1 persen secara tahunan. Kredit perbankan komersial meningkat 6,4 persen, sedangkan pembiayaan segmen usaha menengah dan kecil tumbuh 1,9 persen. Penyaluran kredit konsumer relatif terjaga pada periode yang sama.

Dari sisi pendanaan, total dana pihak ketiga (DPK) tercatat Rp273,7 triliun, dengan dana murah atau current account and savings account (CASA) meningkat 4,4 persen secara tahunan menjadi Rp197 triliun. Rasio CASA mencapai 72 persen, menandakan struktur pendanaan bank yang bertumpu pada dana berbiaya rendah.

Di sisi profitabilitas, CIMB Niaga membukukan laba sebelum pajak konsolidasian sebesar Rp5,8 triliun selama sembilan bulan pertama 2026, dengan laba bersih Rp4,5 triliun. Laba bersih itu turun 15,5 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat Rp5,33 triliun, sedangkan laba per saham tercatat Rp178,65.

Presiden Direktur dan CEO CIMB Niaga, Lani Darmawan, menjelaskan laba operasional sebelum pencadangan tetap stabil sebesar Rp8,2 triliun, sementara pendapatan non-bunga tumbuh 7,8 persen secara tahunan. Menurutnya, profitabilitas menghadapi tekanan karena penurunan margin bunga dan peningkatan pencadangan sebagai bagian dari penerapan prinsip kehati-hatian dalam mengelola risiko kredit.

Mengapa pencadangan meningkat justru di saat kredit tumbuh? Ketika penyaluran kredit membesar, bank perlu menyiapkan bantalan yang lebih tebal untuk mengantisipasi kredit bermasalah di kemudian hari. Pencadangan yang lebih besar menekan laba jangka pendek, tetapi memperkuat ketahanan bank bila kondisi ekonomi memburuk.

Bagaimana kondisi permodalan dan likuiditas bank? Total aset konsolidasian mencapai Rp384,8 triliun, tumbuh 4,2 persen secara tahunan. Rasio kecukupan modal (CAR) tercatat 23,7 persen dan rasio kredit terhadap dana pihak ketiga (LDR) sebesar 87,7 persen, yang menunjukkan permodalan dan likuiditas tetap sehat.

Secara keseluruhan, kinerja sembilan bulan pertama 2026 ini menggambarkan bank yang tetap tumbuh dari sisi penyaluran kredit dan pendanaan, sambil menjaga kehati-hatian di tengah tekanan margin. Pertumbuhan korporasi yang melonjak menjadi penopang utama, sementara segmen komersial dan usaha menengah-kecil ikut bergerak positif.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kredit dan pembiayaan CIMB Niaga tumbuh 6,7 persen secara tahunan menjadi Rp242,6 triliun hingga September 2026.
  • Kredit korporasi naik 15,1 persen, komersial 6,4 persen, dan usaha menengah-kecil 1,9 persen.
  • Dana pihak ketiga tercatat Rp273,7 triliun dengan CASA Rp197 triliun.
  • Laba sebelum pajak mencapai Rp5,8 triliun dan laba bersih Rp4,5 triliun.
  • Rasio kecukupan modal tercatat 23,7 persen dan LDR 87,7 persen.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *