Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk Jawa Tengah pada Rabu, 28 Oktober 2026. Sebanyak 16 daerah di provinsi itu berpotensi dilanda hujan lebat yang disertai angin kencang, sehingga masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi dan gelombang tinggi.
Peringatan ini merupakan bagian dari status siaga hujan lebat hingga sangat lebat yang ditetapkan BMKG untuk sejumlah provinsi pada periode 27 hingga 29 Oktober 2026. Selain Jawa Tengah, wilayah yang masuk status siaga pada periode tersebut meliputi Sumatra Utara, Sumatra Selatan, Jawa Barat, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Jawa Timur. Puncak hujan di Jawa Tengah sendiri diperkirakan terjadi pada 27 dan 28 Oktober 2026.
Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang, Harits Syahid Hakim, menjelaskan bahwa kondisi ini dipicu masa pancaroba, yakni peralihan dari musim kemarau ke musim hujan. Pada masa transisi ini, pertumbuhan awan hujan berlangsung lebih aktif dan hujan turun dengan intensitas yang lebih tinggi. Beberapa hari terakhir, hujan tercatat sudah turun hampir merata di Jawa Tengah, dan intensitasnya meningkat pada puncak periode tersebut.
Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan sebagian besar berada di Jawa Tengah bagian tengah, yang menjadi pusat pertumbuhan awan hujan. Daerah-daerah itu antara lain Banyumas, Pemalang, Banjarnegara, Wonosobo, dan Magelang. Di sisi timur, Karanganyar dan Blora juga masuk daftar waspada, sementara di wilayah selatan ada Temanggung dan Cilacap. Wilayah Pantura tengah seperti Kendal, Batang, dan Kota Semarang pun perlu mengantisipasi dampak ikutan, seperti genangan, pohon tumbang, dan peningkatan debit sungai dari hulu.
Untuk prakiraan pada Rabu, 28 Oktober 2026, BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memperkirakan kondisi pagi yang berawan, lalu hujan ringan hingga sedang yang tersebar mulai siang hingga sore dan berlanjut ke awal malam, dengan waktu kejadian yang berbeda-beda di setiap wilayah. Prakiraan tersebut berlaku pada pukul 07.00 hingga 19.00 WIB. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat berpotensi terjadi di kawasan pegunungan, dataran tinggi, dan Jawa Tengah bagian selatan beserta sekitarnya.
Prakirawan cuaca BMKG Ahmad Yani Semarang, Arif N, mengingatkan warga di kawasan-kawasan tersebut untuk bersiap menghadapi hujan yang lebih deras. Suhu udara di Jawa Tengah pada hari itu diperkirakan berkisar antara 16 hingga 34 derajat Celsius, dengan tingkat kelembapan udara mencapai 45 hingga 95 persen. Sejumlah kota dan kabupaten diperkirakan mengalami suhu maksimum hingga 34 derajat Celsius, antara lain Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Pemalang, Brebes, Solo, Semarang, Pekalongan, dan Tegal.
Di balik peringatan ini, dinamika atmosfer masih aktif di berbagai wilayah Indonesia. BMKG menyebut aktivitas Madden-Julian Oscillation (MJO), Gelombang Rossby Ekuatorial, Gelombang Kelvin, serta sirkulasi siklonik di sejumlah perairan ikut memicu peningkatan curah hujan. Karena itu, BMKG telah mengeluarkan peringatan dini melalui informasi cuaca nasional dan peringatan khusus bagi provinsi yang berpotensi terdampak, agar pemerintah daerah dan masyarakat dapat melakukan langkah antisipasi sejak dini.
Masyarakat yang tinggal di daerah rawan genangan maupun lereng perbukitan disarankan untuk selalu memantau pembaruan cuaca dari BMKG. Pengendara juga diimbau lebih berhati-hati karena jarak pandang menurun dan kondisi jalan menjadi licin saat hujan deras. Warga yang tinggal di dekat sungai dan lereng diminta mewaspadai potensi banjir dan tanah longsor, serta segera menjauhi lokasi berbahaya bila hujan lebat berlangsung lama. Hujan diprediksi mulai mereda pada Kamis, 29 Oktober 2026, sementara awal musim hujan di Jawa Tengah akan masuk secara bertahap hingga November 2026.
Foto ilustrasi: Pexels
Apa poin penting dari berita ini?
Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:
- Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan cuaca ekstrem untuk Jawa Tengah pada Rabu, 28 Oktober 2026.
- Puncak hujan di Jawa Tengah sendiri diperkirakan terjadi pada 27 dan 28 Oktober 2026.
- Wilayah yang perlu meningkatkan kewaspadaan sebagian besar berada di Jawa Tengah bagian tengah, yang menjadi pusat pertumbuhan awan hujan.
- Untuk prakiraan pada Rabu, 28 Oktober 2026, BMKG Stasiun Meteorologi Ahmad Yani Semarang memperkirakan kondisi pagi yang berawan, lalu hujan ringan hingga sedang yang tersebar mulai siang hingga sore dan berlanjut ke awal malam, dengan waktu kejadian yang berbeda-beda di setiap wilayah.
- Sejumlah kota dan kabupaten diperkirakan mengalami suhu maksimum hingga 34 derajat Celsius, antara lain Klaten, Sukoharjo, Wonogiri, Sragen, Grobogan, Blora, Rembang, Pati, Jepara, Demak, Kendal, Batang, Pemalang, Brebes, Solo, Semarang, Pekalongan, dan Tegal.


