Pemerintah Kabupaten Simeulue mulai membangun empat halte atau tempat pemberhentian bus di dua kecamatan di kabupaten kepulauan tersebut. Pembangunan ini disiapkan Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue untuk memperbaiki layanan angkutan umum, terutama bagi pelajar dan warga yang setiap hari bergantung pada kendaraan umum.
Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Simeulue, Renil Muriansyah Putra, di Simeulue, Selasa, menjelaskan bahwa empat halte tersebut tersebar di dua kecamatan. Tiga titik berada di Kecamatan Simeulue Timur, sedangkan satu titik lainnya berada di Kecamatan Teupah Tengah.
Pengerjaan halte dilakukan bertahap. Pada tahun ini, fokus pembangunan diarahkan ke dua titik di kawasan pendidikan Sinabang, yaitu di SMK Negeri 1 Sinabang dan SMA 1 Sinabang. Dua titik berikutnya dijadwalkan dibangun pada 2027, yakni di Simpang Abail dan Desa Sambay.
Pemilihan lokasi tersebut, menurut Renil, didasarkan pada pertimbangan bahwa titik-titik itu merupakan tempat berkumpulnya pelajar dan masyarakat yang membutuhkan pelayanan angkutan umum. Dengan adanya halte, warga yang menunggu kendaraan tidak lagi harus berdiri di tepi jalan tanpa tempat berteduh yang jelas, baik saat berangkat maupun pulang sekolah.
Pendanaan pembangunan halte ini berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Kabupaten Simeulue serta insentif pelayanan pendidikan Kabupaten Simeulue. Skema pendanaan itu sekaligus menegaskan bahwa fasilitas ini diprioritaskan untuk menunjang aktivitas pendidikan, mengingat dua titik pertama berada tepat di lingkungan sekolah.
Kebutuhan akan halte ini juga disampaikan warga. Wahyudin, warga Kabupaten Simeulue, mengapresiasi langkah pemerintah daerah tersebut. Ia menyebut keberadaan halte sangat dibutuhkan masyarakat, terutama pelajar, saat menunggu angkutan umum menuju sekolah maupun ketika pulang sekolah.
Menurut Wahyudin, sejauh pengetahuannya saat ini tidak ada halte aktif di Pulau Simeulue. Kondisi itu membuat pelajar dan warga harus menunggu kendaraan di tempat seadanya. Hadirnya empat halte baru diharapkan mengubah kondisi tersebut dan membuat aktivitas menunggu angkutan menjadi lebih tertib dan nyaman.
Ke depan, keberadaan halte di titik-titik yang telah ditentukan itu diharapkan dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pelajar dan masyarakat. Fasilitas yang dibangun bertahap hingga 2027 tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah menghadirkan layanan transportasi umum yang lebih layak di wilayah kepulauan Simeulue.
Apa poin penting dari berita ini?
- Pemerintah Kabupaten Simeulue membangun empat halte di dua kecamatan, tiga titik di Simeulue Timur dan satu titik di Teupah Tengah.
- Dua halte dibangun tahun ini di SMK Negeri 1 Sinabang dan SMA 1 Sinabang, sedangkan dua lainnya pada 2027 di Simpang Abail dan Desa Sambay.
- Lokasi halte dipilih karena merupakan tempat berkumpulnya pelajar dan masyarakat yang membutuhkan angkutan umum.
- Dana pembangunan berasal dari APBK dan insentif pelayanan pendidikan Kabupaten Simeulue.
- Warga menilai halte sangat dibutuhkan karena saat ini tidak ada halte aktif di Pulau Simeulue.


