Sebuah video yang diklaim memperlihatkan seorang pria tewas setelah memasukkan kepalanya ke mulut dinosaurus mekanis ternyata adalah pelintiran. Pemeriksaan fakta menemukan bahwa video yang beredar itu dipotong, sementara versi yang lebih panjang menunjukkan pria tersebut berhasil membebaskan diri dari rahang makhluk mekanis itu dan berjalan pergi tanpa cedera serius yang tampak. Klaim kematian dan ganti rugi yang menyertainya tidak didukung bukti.
Video itu mulai ramai dibagikan pada Oktober. Salah satunya, pada 21 Oktober, seorang pengguna TikTok mengunggahnya dengan keterangan yang menyatakan seorang pria berusia 28 tahun meninggal setelah mencoba berfoto dengan dinosaurus mekanis, dan keluarganya menuntut 1,5 juta dolar Amerika dari pihak pengelola wahana. Dalam klip yang beredar, pria itu tampak memasukkan kepalanya ke mulut seekor triceratops mekanis atau dinosaurus serupa di sebuah area wahana luar ruang, lalu mengacungkan tanda perdamaian untuk berfoto. Setelah itu, rahang makhluk tersebut mulai menutup.
Klip yang viral itu mengaburkan bagian kepala pria tersebut saat ia terjebak di rahang, kemudian menampilkan foto yang diklaim sebagai pria yang sama sedang tersenyum. Potongan lain memperlihatkan orang-orang menangis, ruang rumah sakit, polisi, hingga pengacara di ruang sidang. Narasi dalam video itu menyatakan seorang hakim memutuskan pemilik wahana harus membayar 450.000 dolar kepada keluarga pria tersebut atas kematiannya. Versi-versi yang sama juga dibagikan di Facebook, Instagram, TikTok, dan X.
Untuk menguji klaim itu, pemeriksa fakta melakukan penelusuran gambar terbalik dengan Google Lens menggunakan tangkapan layar pria yang memasukkan kepalanya ke mulut dinosaurus mekanis tersebut. Dari ratusan hasil, mereka menemukan video yang lebih panjang yang tampaknya pertama kali dibagikan pada pertengahan September, dengan dua sudut kamera yang memperlihatkan pria itu terjebak di mulut makhluk mekanis tersebut. Video yang lebih panjang itu, yang kemungkinan pertama kali dibagikan oleh pengguna TikTok @papino.2145 pada 14 September, menunjukkan pria yang sama membebaskan diri dari mulut dinosaurus dan pergi tanpa cedera besar yang tampak. Video itu tidak menyertakan potongan tambahan tentang tangisan, rumah sakit, polisi, maupun sidang.
Dengan temuan itu, klaim yang beredar dinilai sebagai salah kutip konteks, atau miscaptioned. Peristiwa yang direkam memang terjadi, yaitu kepala pria itu sempat terjebak di mulut dinosaurus mekanis, tetapi narasi kematian dan putusan ganti rugi yang ditempelkan pada video tersebut tidak benar. Potongan video yang viral telah disambung dengan cuplikan lain yang tidak berkaitan, sehingga menciptakan cerita yang berbeda dari kejadian aslinya.
Kasus ini menjadi pengingat bahwa video pendek yang dramatis belum tentu menggambarkan kejadian secara utuh. Potongan yang hilang, narasi yang ditambahkan, dan cuplikan dari kejadian lain dapat mengubah sebuah insiden yang berakhir selamat menjadi kabar kematian yang meyakinkan. Karena itu, klaim semacam ini perlu diperiksa ke sumber dan versi videonya yang lebih lengkap sebelum dipercaya atau dibagikan.
Apa poin penting dari berita ini?
- Sebuah video yang diklaim memperlihatkan seorang pria tewas setelah memasukkan kepalanya ke mulut dinosaurus mekanis ternyata adalah pelintiran.
- Video yang lebih panjang menunjukkan pria tersebut berhasil membebaskan diri dari rahang makhluk mekanis itu dan berjalan pergi tanpa cedera serius yang tampak.
- Klip yang viral itu mengaburkan bagian kepala pria tersebut saat ia terjebak di rahang, kemudian menampilkan foto yang diklaim sebagai pria yang sama sedang tersenyum.
- Dengan temuan itu, klaim yang beredar dinilai sebagai salah kutip konteks, karena narasi kematian dan putusan ganti rugi yang ditempelkan pada video tersebut tidak benar.

