Partai Keadilan Sejahtera (PKS) optimis Rancangan Undang-Undang (RUU) Pemilu rampung pada akhir 2026. Optimisme itu disampaikan anggota Panitia Kerja (Panja) RUU Pemilu, Jazuli Juwaini.
Menurut Jazuli, pembahasan RUU Pemilu ditargetkan rampung dalam sebulan setelah sidang dimulai pada 9 November. Jadwal itu menjadi patokan bagi PKS dalam melihat peluang penyelesaian RUU tersebut.
RUU Pemilu merupakan regulasi penting yang mengatur penyelenggaraan pemilihan umum, dari tahapan hingga mekanisme pelaksanaannya. Pembahasannya selalu menyedot perhatian karena menyangkut aturan main demokrasi.
Di dalam pembahasan, setiap fraksi membawa pandangan dan kepentingannya masing-masing. Karena itu, target waktu yang optimis tetap harus diuji lewat dinamika pembahasan di Panja dan rapat-rapat berikutnya.
Disebutkan pula bahwa target PKB berbeda dengan target yang disampaikan PKS. Perbedaan target antarfraksi seperti ini lumrah dalam pembahasan RUU, dan biasanya diselesaikan lewat perundingan di meja pembahasan.
Bagi PKS, penyelesaian RUU Pemilu pada akhir 2026 akan memberi kepastian bagi penyelenggara pemilu dan peserta pemilu. Aturan yang selesai lebih awal memberi waktu lebih panjang untuk persiapan teknis.
Sebaliknya, pembahasan yang berlarut-larut berisiko memangkas waktu persiapan. Karena itu, dorongan agar RUU rampung tepat waktu datang dari berbagai pihak, bukan hanya satu fraksi.
Sidang yang dimulai 9 November menjadi penanda dimulainya hitungan waktu. Dalam sebulan ke depan, Panja akan menguji apakah target penyelesaian itu realistis atau perlu penyesuaian.
Publik sendiri berkepentingan atas hasil pembahasan ini, karena RUU Pemilu menentukan cara warga memilih dan cara suara mereka dihitung. Transparansi pembahasan menjadi tuntutan yang wajar.
Dengan optimisme PKS dan perbedaan target dari fraksi lain, nasib RUU Pemilu kini bergantung pada pembahasan yang dimulai 9 November dan perundingan antarfraksi setelahnya.
Pembahasan RUU di Panja biasanya berjalan melalui pembahasan pasal demi pasal, dengan setiap fraksi menyampaikan pandangan dan usulannya. Proses ini memang memakan waktu, tetapi justru di situlah berbagai kepentingan dipertemukan menjadi satu naskah yang disepakati.
Bagi penyelenggara pemilu, kepastian jadwal pembahasan sama pentingnya dengan isi aturan itu sendiri. Semakin awal aturan ditetapkan, semakin panjang waktu yang tersedia untuk menyiapkan tahapan, sosialisasi, dan kebutuhan teknis di lapangan.
Apa poin penting dari berita ini?
- PKS optimis RUU Pemilu rampung pada akhir 2026.
- Anggota Panja Jazuli Juwaini menargetkan pembahasan rampung sebulan setelah sidang dimulai 9 November.
- Target PKB disebut berbeda dengan target PKS.


