Wednesday, 4 November 2026
Pendidikan

Kalsel Tingkatkan Peran Guru dalam Mitigasi Bencana

Seminar pendidikan guru di Kalimantan Selatan tentang peran guru dalam mitigasi bencana

Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan mendorong peningkatan peran guru dalam upaya mitigasi bencana. Dorongan itu disampaikan di tengah semakin tingginya ancaman bencana di provinsi tersebut, mulai dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat kemarau hingga bencana hidrometeorologi saat musim penghujan.

Hal itu disampaikan Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi Kalimantan Selatan, Galuh Tantri Narindra, Selasa, 3 November 2026, saat membuka Seminar Pendidikan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Provinsi Kalsel 2026 di Banjarmasin.

“Pemerintah daerah terus mendorong adanya peran serta semua pihak dalam upaya memperkuat mitigasi bencana, termasuk peran para guru di sekolah,” tutur Galuh, yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pendidikan Kalsel.

Menurut Galuh, salah satu persoalan yang dihadapi Provinsi Kalsel adalah tingginya kerentanan bencana. Saat kemarau, ancaman utamanya adalah karhutla. Saat musim penghujan, ancaman bergeser ke bencana hidrometeorologi berupa banjir, rob, longsor, dan angin kencang. Dua musim, dua jenis ancaman yang berbeda, menuntut kesiapsiagaan yang juga berbeda.

Di titik inilah peran guru menjadi penting. Guru, kata Galuh, sangat berperan dalam memberikan pemahaman dan pengetahuan, serta menanamkan sikap kepedulian dan budaya cinta lingkungan kepada siswa — nilai yang diharapkan tertanam hingga mereka dewasa. Mitigasi bencana, dengan kata lain, tidak hanya dibangun lewat peralatan dan prosedur darurat, tetapi juga lewat pendidikan yang dimulai dari ruang kelas.

Ketua MGMP PAI Tingkat SMA Kalsel, Kamalia, yang juga ketua panitia kegiatan, mengatakan seminar ini selain bertujuan mempererat silaturahmi di antara guru-guru agama di Kalimantan Selatan, juga untuk meningkatkan profesionalisme guru. Guru agama, ujarnya, harus menyesuaikan diri terhadap tuntutan kurikulum, perkembangan zaman, dan teknologi, termasuk wawasan isu-isu terkini seperti perubahan iklim dan persoalan lingkungan.

Senada, Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kalsel, Thambrin, menegaskan salah satu kewajiban Kementerian Agama adalah melakukan koordinasi dan pembinaan kepada guru, agar peran mereka di sekolah semakin kuat, termasuk dalam isu mitigasi bencana.

Langkah Kalsel ini memberi gambaran tentang bagaimana daerah rawan bencana memandang pendidikan: sekolah bukan hanya tempat belajar membaca dan berhitung, tetapi juga garda pertama dalam membangun budaya sadar bencana. Ketika guru memahami risiko di lingkungannya dan mampu menularkannya kepada siswa, kesiapsiagaan sebuah komunitas pun dimulai jauh sebelum sirene bencana berbunyi.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Pemprov Kalsel mendorong peningkatan peran guru dalam mitigasi bencana, disampaikan Asisten I Galuh Tantri Narindra di Banjarmasin, Selasa, 3 November 2026.
  • Kalsel rentan karhutla saat kemarau serta banjir, rob, longsor, dan angin kencang saat musim penghujan.
  • Guru berperan menanamkan pemahaman, kepedulian, dan budaya cinta lingkungan kepada siswa hingga dewasa.
  • Seminar Pendidikan Guru PAI Kalsel 2026 juga bertujuan mempererat silaturahmi dan meningkatkan profesionalisme guru.
  • Guru agama didorong menyesuaikan diri dengan kurikulum, teknologi, perubahan iklim, dan isu lingkungan terkini.
  • Kanwil Kemenag Kalsel menegaskan kewajiban koordinasi dan pembinaan kepada guru.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *