Pemerintah Kabupaten Aceh Barat meningkatkan pengawasan penggunaan gawai pada anak usia sekolah dasar. Upaya ini dilakukan melalui sosialisasi kepada orang tua, dengan melibatkan aparatur desa, satgas desa, Bunda PAUD, dan guru.
Langkah ini disampaikan Bupati Aceh Barat, Tarmizi, dalam keterangan pers di Meulaboh pada Sabtu, 31 Oktober 2026. Ia didampingi Wakil Bupati Said Fadheil dan Sekretaris Daerah Aceh Barat, Kurdi.
Menurut temuan di lapangan, sebagian besar murid sekolah dasar menghabiskan waktu di tempat tidur bersama gawai tanpa pengawasan ketat dari orang tua. Anak-anak itu bebas memakai gawai atau bermain gim daring pada malam hari, bahkan hingga larut malam.
Dampaknya mulai terlihat keesokan harinya. Semangat belajar anak menurun karena mereka kurang tidur dan kelelahan. Selain itu, penggunaan gawai tanpa batas pada malam hari juga dikhawatirkan mengganggu kesehatan mental dan jam belajar anak.
Tarmizi juga menyampaikan kekhawatiran yang lebih jauh. Tontonan yang disaksikan anak pada tengah malam dikhawatirkan masuk ke alam bawah sadar dan merusak karakter mereka. Karena itu, ia menyebut persoalan ini sebagai bom waktu yang suatu saat akan disesali jika tidak diantisipasi sejak sekarang.
Imbauan yang disampaikan kepada orang tua cukup jelas: pastikan anak menyerahkan gawai setelah selesai belajar. Anak tidak boleh tidur bersama gawai hingga larut malam atau bahkan sampai pagi hari. Pengawasan orang tua menjadi kunci, karena anak usia sekolah dasar belum mampu mengatur sendiri batas penggunaan gawai.
Peran aparatur desa dan satgas desa juga ditekankan. Mereka diminta ikut mengingatkan orang tua di lingkungannya, sehingga pengawasan tidak hanya bergantung pada sekolah, tetapi juga berjalan di tingkat gampong. Bunda PAUD dan guru pun dilibatkan untuk menyampaikan pesan yang sama kepada keluarga.
Persoalan gawai pada anak memang bukan hanya urusan satu keluarga. Ketika banyak anak mengalami pola yang sama, dampaknya bisa terasa di ruang kelas dan di lingkungan sosial mereka. Karena itu, Pemkab Aceh Barat memilih pendekatan bersama: pemerintah, sekolah, dan orang tua bergerak dalam satu pesan yang sama, yaitu batasi gawai pada malam hari demi masa depan anak.
Apa poin penting dari berita ini?
- Pemkab Aceh Barat meningkatkan pengawasan penggunaan gawai pada anak usia sekolah dasar lewat aparatur desa, satgas desa, Bunda PAUD, guru, dan orang tua.
- Temuan lapangan menyebut sebagian besar murid SD menghabiskan waktu di tempat tidur bersama gawai tanpa pengawasan ketat, termasuk bermain gim daring pada malam hari.
- Dampak yang disebut antara lain menurunnya semangat belajar keesokan harinya serta gangguan mental dan jam belajar anak.
- Bupati Aceh Barat Tarmizi mengimbau orang tua memastikan anak menyerahkan gawai setelah belajar dan tidak tidur bersama gawai hingga larut malam.


