Film Empat Musim Pertiwi menghadirkan kisah seorang perempuan yang pulang ke desanya setelah melewati pengalaman berat, termasuk masa ketika ia harus berhadapan dengan penjara. Kepulangan itu bukan sekadar kembali ke tempat asal, melainkan juga membuka kembali peristiwa yang pernah membawanya ke penjara. Kali ini, Pertiwi memilih untuk menghadapi masa lalu yang selama ini berusaha ia tinggalkan.
Pertiwi, tokoh utama film ini, diperankan oleh Putri Marino. Setelah kembali ke desa, ia harus menghadapi penolakan ketika mencoba kembali ke kehidupan lamanya. Lingkungan di sekitarnya belum sepenuhnya bisa menerima kehadirannya, dan hubungan keluarga yang berubah menambah beban perjalanan pulang tersebut. Dari kondisi itu, Pertiwi perlahan mencari kembali arti kehidupan yang ingin ia jalani.
Di tengah situasi tersebut, Pertiwi menemukan orang-orang yang bersedia menerimanya. Mak Ira yang diperankan Christine Hakim, Bisma yang diperankan Arya Saloka, dan Niken yang diperankan Hana Malasan menjadi sosok-sosok yang memiliki peran penting dalam perjalanan Pertiwi setelah kembali ke desa. Kehadiran mereka menjadi penopang ketika Pertiwi berhadapan dengan trauma dan penolakan dari lingkungannya.
Perjalanan Pertiwi kemudian berkembang menjadi upaya untuk memahami kembali kehidupannya setelah melewati pengalaman yang berat. Ia harus berhadapan dengan trauma, hubungan keluarga yang berubah, dan lingkungan yang belum sepenuhnya bisa menerimanya. Proses itu digambarkan secara perlahan, seolah penonton diajak berjalan bersama Pertiwi melewati setiap musim kehidupannya yang berbeda-beda.
Selain Putri Marino sebagai Pertiwi, film ini menghadirkan sejumlah aktor dan aktris Indonesia. Arya Saloka berperan sebagai Bisma, Christine Hakim sebagai Mak Ira, dan Hana Pitrashata Malasan sebagai Niken. Iswandi Pratama berperan sebagai ayah Pertiwi, sementara Hargo Sundari berperan sebagai ibu Pertiwi.
Daftar pemain lainnya meliputi Totos Rasiti sebagai Fajar, Shofia Shireen sebagai Pertiwi saat remaja, Dwika Pradnyana sebagai Kuntet, Hanna Aretha sebagai Raras, Maryam Supraba sebagai ibu Raras, Ayub Antah sebagai Garong, dan Stephania Shakilla Cornelia sebagai Wanda. Putri Marino menjadi pemain utama sebagai Pertiwi, sementara Arya Saloka dan Christine Hakim memerankan karakter yang berkaitan erat dengan perjalanan tokoh utama.
Film ini juga mempertemukan kembali Putri Marino dan Arya Saloka setelah keduanya pernah bermain bersama dalam serial Gadis Kretek. Pertemuan kembali itu menjadi nilai tambah bagi penonton yang mengikuti perjalanan kedua aktor tersebut, karena chemistry mereka kini diuji dalam kisah yang jauh lebih berat dan personal.
Sebagai sebuah drama, Empat Musim Pertiwi tidak bertumpu pada satu peristiwa besar semata, melainkan pada perubahan batin tokohnya dari waktu ke waktu. Judulnya sendiri memberi isyarat tentang perjalanan itu: empat musim yang menandai fase-fase kehidupan Pertiwi, dari keterpurukan, penolakan, penerimaan, hingga pencarian makna baru. Bagi penonton yang menyukai drama keluarga dengan penekanan pada pemulihan diri, film ini menawarkan kisah yang dekat sekaligus mengharukan.
Apa poin penting dari berita ini?
- Empat Musim Pertiwi mengisahkan Pertiwi yang pulang ke desa setelah melewati pengalaman berat, termasuk masa berhadapan dengan penjara.
- Putri Marino berperan sebagai Pertiwi, Arya Saloka sebagai Bisma, dan Christine Hakim sebagai Mak Ira.
- Hana Malasan berperan sebagai Niken, salah satu sosok penting dalam perjalanan Pertiwi setelah kembali ke desa.
- Pertiwi harus berhadapan dengan trauma, hubungan keluarga yang berubah, dan lingkungan yang belum sepenuhnya menerimanya.
- Film ini mempertemukan kembali Putri Marino dan Arya Saloka setelah serial Gadis Kretek.


