Sebuah teori yang beredar di media sosial mengklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta negara bagian Montana berganti nama menjadi Mountain. Klaim itu menyebar lewat sebuah tangkapan layar yang tampak menunjukkan unggahan sang presiden, dan membuat banyak pengguna media sosial bertanya-tanya apakah Trump benar-benar mengusulkan perubahan nama tersebut. Pemeriksa fakta Snopes kemudian menelusuri klaim itu dan menyimpulkan bahwa unggahan tersebut palsu.
Tangkapan layar yang beredar itu menampilkan kalimat yang kurang lebih berbunyi bahwa Montana harus segera berganti nama menjadi Mountain, dengan alasan bahwa banyak orang tidak tahu Montana adalah kata Spanyol yang berarti gunung. Dalam versi yang beredar, unggahan itu juga dikaitkan dengan gagasan bahwa perubahan nama akan menaikkan harga properti bagi warga Montana. Tangkapan layar tersebut menyebar di X dan Threads pada bulan Oktober, hingga para pembaca Snopes menghubungi redaksi untuk menanyakan kebenarannya.
Penelusuran Snopes tidak menemukan jejak unggahan itu di akun resmi Trump, baik di X maupun di Truth Social. Pencarian kalimat-kalimat dari unggahan yang diduga itu dalam arsip unggahan Truth Social sang presiden juga tidak membuahkan hasil. Temuan ini menjadi dasar utama kesimpulan bahwa unggahan tersebut bukan unggahan asli, melainkan tangkapan layar yang dibuat atau diedit.
Ada pula petunjuk visual yang menguatkan kesimpulan itu. Tangkapan layar tersebut memadukan unsur dari berbagai profil media sosial Trump, misalnya foto profil Truth Social yang sedang dipakai saat ini dengan tanda centang abu-abu yang sudah terverifikasi dari akun X-nya, padahal nama akunnya ditulis sama di kedua platform. Campuran unsur semacam ini lazim ditemukan pada tangkapan layar palsu yang dirancang agar tampak meyakinkan pada pandangan pertama.
Versi paling awal dari tangkapan layar itu, menurut penelusuran Snopes, berasal dari sebuah unggahan Instagram pada 20 Oktober dari akun yang menyebut dirinya sebagai akun satire tentang kehidupan di Helena, Montana, dan tentang Montana secara umum. Snopes menyatakan telah menghubungi pengelola akun tersebut untuk menanyakan apakah mereka yang membuat tangkapan layar palsu itu, dan masih menunggu jawabannya. Asal-usul satire ini penting, karena banyak konten satire yang kemudian beredar ulang tanpa label satirenya, sehingga dibaca sebagai berita sungguhan.
Perlu ditegaskan pula bahwa nama Montana sendiri memang berasal dari bahasa non-Inggris. Menurut Montana Historical Society melalui situs resmi pemerintah negara bagian itu, nama tersebut adalah kata Latin dan Spanyol untuk wilayah bergunung, yang pertama kali diterapkan pada wilayah itu saat pembentukannya pada tahun 1864. Fakta tentang asal-usul nama ini benar, tetapi tidak berarti ada usulan resmi untuk mengganti namanya menjadi Mountain.
Kesimpulannya, klaim yang beredar adalah teori yang tidak terbukti dan dinilai palsu oleh pemeriksa fakta, bukan fakta yang sudah terbukti. Kasus ini menjadi contoh bagaimana sebuah lelucon satire, dikombinasikan dengan perdebatan nyata tentang penamaan tempat, bisa berubah menjadi kabar yang dipercaya banyak orang. Sebelum membagikan tangkapan layar yang menghebohkan, memeriksa akun resmi dan laporan pemeriksa fakta adalah langkah paling sederhana untuk menghentikan penyebaran informasi yang keliru.
Sebuah teori yang beredar di media sosial mengklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta negara bagian Montana berganti nama menjadi Mountain. Klaim itu menyebar lewat sebuah tangkapan layar yang tampak menunjukkan unggahan sang presiden, dan membuat banyak pengguna media sosial bertanya-tanya apakah Trump benar-benar mengusulkan perubahan nama tersebut. Pemeriksa fakta Snopes kemudian menelusuri klaim itu dan menyimpulkan bahwa unggahan tersebut palsu.
Tangkapan layar yang beredar itu menampilkan kalimat yang kurang lebih berbunyi bahwa Montana harus segera berganti nama menjadi Mountain, dengan alasan bahwa banyak orang tidak tahu Montana adalah kata Spanyol yang berarti gunung. Dalam versi yang beredar, unggahan itu juga dikaitkan dengan gagasan bahwa perubahan nama akan menaikkan harga properti bagi warga Montana. Tangkapan layar tersebut menyebar di X dan Threads pada bulan Oktober, hingga para pembaca Snopes menghubungi redaksi untuk menanyakan kebenarannya.
Penelusuran Snopes tidak menemukan jejak unggahan itu di akun resmi Trump, baik di X maupun di Truth Social. Pencarian kalimat-kalimat dari unggahan yang diduga itu dalam arsip unggahan Truth Social sang presiden juga tidak membuahkan hasil. Temuan ini menjadi dasar utama kesimpulan bahwa unggahan tersebut bukan unggahan asli, melainkan tangkapan layar yang dibuat atau diedit.
Ada pula petunjuk visual yang menguatkan kesimpulan itu. Tangkapan layar tersebut memadukan unsur dari berbagai profil media sosial Trump, misalnya foto profil Truth Social yang sedang dipakai saat ini dengan tanda centang abu-abu yang sudah terverifikasi dari akun X-nya, padahal nama akunnya ditulis sama di kedua platform. Campuran unsur semacam ini lazim ditemukan pada tangkapan layar palsu yang dirancang agar tampak meyakinkan pada pandangan pertama.
Versi paling awal dari tangkapan layar itu, menurut penelusuran Snopes, berasal dari sebuah unggahan Instagram pada 20 Oktober dari akun yang menyebut dirinya sebagai akun satire tentang kehidupan di Helena, Montana, dan tentang Montana secara umum. Snopes menyatakan telah menghubungi pengelola akun tersebut untuk menanyakan apakah mereka yang membuat tangkapan layar palsu itu, dan masih menunggu jawabannya. Asal-usul satire ini penting, karena banyak konten satire yang kemudian beredar ulang tanpa label satirenya, sehingga dibaca sebagai berita sungguhan.
Perlu ditegaskan pula bahwa nama Montana sendiri memang berasal dari bahasa non-Inggris. Menurut Montana Historical Society melalui situs resmi pemerintah negara bagian itu, nama tersebut adalah kata Latin dan Spanyol untuk wilayah bergunung, yang pertama kali diterapkan pada wilayah itu saat pembentukannya pada tahun 1864. Fakta tentang asal-usul nama ini benar, tetapi tidak berarti ada usulan resmi untuk mengganti namanya menjadi Mountain.
Kesimpulannya, klaim yang beredar adalah teori yang tidak terbukti dan dinilai palsu oleh pemeriksa fakta, bukan fakta yang sudah terbukti. Kasus ini menjadi contoh bagaimana sebuah lelucon satire, dikombinasikan dengan perdebatan nyata tentang penamaan tempat, bisa berubah menjadi kabar yang dipercaya banyak orang. Sebelum membagikan tangkapan layar yang menghebohkan, memeriksa akun resmi dan laporan pemeriksa fakta adalah langkah paling sederhana untuk menghentikan penyebaran informasi yang keliru.
Apa poin penting dari berita ini?
Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:
- Sebuah teori yang beredar di media sosial mengklaim Presiden Amerika Serikat Donald Trump meminta negara bagian Montana berganti nama menjadi Mountain.
- Tangkapan layar yang beredar itu menampilkan kalimat yang kurang lebih berbunyi bahwa Montana harus segera berganti nama menjadi Mountain, dengan alasan bahwa banyak orang tidak tahu Montana adalah kata Spanyol yang berarti gunung.
- Pencarian kalimat-kalimat dari unggahan yang diduga itu dalam arsip unggahan Truth Social sang presiden juga tidak membuahkan hasil.
- Campuran unsur semacam ini lazim ditemukan pada tangkapan layar palsu yang dirancang agar tampak meyakinkan pada pandangan pertama.
- Asal-usul satire ini penting, karena banyak konten satire yang kemudian beredar ulang tanpa label satirenya, sehingga dibaca sebagai berita sungguhan.


