Para mahasiswa dari Queen’s University Belfast berhasil menemukan populasi asteroid Trojan Neptunus yang selama ini sulit dicari. Penemuan itu berasal dari data awal Observatorium Vera C. Rubin, dan hasilnya langsung menggandakan jumlah objek yang diketahui berada pada orbit jangka panjang di kelompok tersebut. Temuan ini menjadi bukti awal betapa besar perubahan yang akan dibawa oleh survei langit terbesar yang sedang dijalankan observatorium tersebut.
Penelitian ini dipimpin oleh Dr. Meg Schwamb, astronom dan dosen di Astrophysics Research Centre, Queen’s University Belfast. Ia bekerja bersama para peneliti dari berbagai lembaga, antara lain Instituto de Astronomia, Geofísica e Ciências Atmosféricas, Planetary Science Institute, DiRAC Institute, Michigan Institute for Data and AI in Society, JHUAPL, NOIRLab milik NSF, dan sejumlah universitas lain di seluruh dunia.
Observatorium Vera C. Rubin memadukan teleskop survei Simonyi berdiameter 8,4 meter dengan Kamera LSST, kamera digital terbesar yang pernah dibuat. Observatorium ini mulai beroperasi pada Juni 2025 dan kini menjalankan survei terbesar langit selatan, yaitu Legacy Survey of Space and Time. Pada saat yang sama, observatorium ini juga memetakan langit utara untuk menciptakan rekaman selang waktu alam semesta dengan resolusi sangat tinggi.
Melalui survei-survei tersebut, Rubin diharapkan memberi wawasan baru tentang misteri alam semesta, termasuk materi gelap dan energi gelap. Observatorium ini juga akan memetakan Bima Sakti dan galaksi satelitnya yang redup, mendeteksi fenomena sementara seperti supernova, bintang variabel, dan planet pengembara, serta membuat inventaris objek-objek di tata surya. Tujuan terakhir itulah yang menarik Schwamb dan timnya untuk menganalisis data dari observasi uji awal Rubin pada tahun lalu.
Setelah menggabungkan data dalam jumlah sangat besar itu, tim peneliti mengidentifikasi objek-objek tersebut sebagai anggota purba dari populasi Trojan Neptunus yang sulit ditemukan, khususnya kelompok trailing. Schwamb menjelaskan bahwa data awal dari Observatorium Rubin sudah memperluas pengetahuan tentang benda-benda kecil di tata surya, termasuk asteroid, komet, dan planet minor lainnya. Observasi awal itu juga memberi pandangan paling jelas sejauh ini tentang awan Trojan trailing Neptunus.
Sebelumnya, para astronom kesulitan menemukan populasi Trojan Neptunus karena sulitnya melihat objek yang sangat jauh dan redup saat bergerak melintasi langit malam. Selama sepuluh tahun terakhir, kelompok Trojan itu berada di wilayah langit yang menempatkannya di depan pusat Bima Sakti jika dilihat dari Bumi. Wilayah itu merupakan bagian langit yang sangat padat dan terang, sehingga mengaburkan sumber cahaya kecil di latar depannya.
Kini, awan trailing tersebut mulai bergerak keluar dari wilayah langit yang padat itu. Jika digabungkan dengan kedalaman dan cakupan langit Observatorium Rubin yang tidak tertandingi, para peneliti berhasil menggandakan jumlah objek yang diketahui dalam populasi tersebut pada orbit jangka panjang. Schwamb menyebut penemuan ini memberi gambaran tentang betapa transformatifnya data Rubin, dengan temuan yang lebih menarik lagi diperkirakan akan datang pada tahun-tahun mendatang.
Asteroid Trojan adalah objek yang berbagi orbit dengan sebuah planet dan berkumpul di titik-titik stabil gravitasi di depan atau di belakang planet tersebut. Karena Trojan Neptunus merupakan sisa-sisa purba dari pembentukan tata surya, mempelajari mereka membantu para ilmuwan memahami bagaimana planet-planet raksasa bermigrasi dan bagaimana tata surya tersusun seperti sekarang. Setiap anggota baru yang ditemukan menambah potongan teka-teki tentang masa lalu tata surya yang jauh.
Dengan survei Rubin yang baru berjalan, para astronom meyakini bahwa temuan mahasiswa Belfast ini baru permulaan. Semakin banyak data yang terkumpul, semakin lengkap pula sensus benda-benda kecil di tata surya, dan semakin jelas pula gambaran tentang sejarah awal lingkungan kosmik tempat Bumi berada.
Apa poin penting dari berita ini?
- Para mahasiswa Queen’s University Belfast menemukan populasi asteroid Trojan Neptunus yang selama ini sulit dicari.
- Penelitian dipimpin Dr. Meg Schwamb dari Astrophysics Research Centre, Queen’s University Belfast.
- Penemuan berasal dari data awal Observatorium Vera C. Rubin yang mulai beroperasi pada Juni 2025.
- Observatorium Rubin memadukan teleskop Simonyi 8,4 meter dengan Kamera LSST, kamera digital terbesar yang pernah dibuat.
- Temuan ini menggandakan jumlah objek yang diketahui pada orbit jangka panjang di populasi Trojan trailing Neptunus.


