Saturday, 31 October 2026
Nanggroe

USK Bangun Kebun Kopi Percontohan di Tangse Pidie untuk Dongkrak Kualitas Petani

Seorang petani kopi di Tangse sedang menjemur hasil panen di perkebunan

Universitas Syiah Kuala (USK) melalui Pusat Riset Kopi dan Kakao Aceh (PRKKA) Fakultas Pertanian akan membangun kebun kopi percontohan atau demonstration plot (demplot) di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh. Langkah ini diambil untuk meningkatkan pembinaan bagi petani kopi tradisional di kawasan dataran tinggi tersebut, sekaligus menjawab aspirasi petani yang membutuhkan sentuhan akademik dan teknik budi daya terkini.

Kepala PRKKA USK, Profesor Abubakar Karim MS, menjelaskan bahwa pihaknya telah mencapai kesepakatan dengan tokoh masyarakat Tangse mengenai pengadaan lahan demplot. Saat ini tim sedang melakukan survei untuk menentukan lokasi yang paling strategis. Lokasi yang dicari adalah tempat yang mudah terjangkau dan ramai dilewati warga, agar masyarakat bisa melihat dan mencontoh langsung inovasi budi daya yang diterapkan.

“Kami siap mendampingi petani kopi Tangse. Petani sudah menawarkan calon lokasi, tinggal survei akhir. Kami mencari lokasi yang mudah terjangkau dan ramai dilewati warga, agar masyarakat bisa melihat dan mencontoh langsung inovasi budi daya yang kami terapkan, serupa dengan model demplot yang kami bangun di dekat masjid di Aceh Tengah,” ujar Prof. Abubakar Karim.

Tujuan pembangunan kebun percontohan ini adalah menghasilkan produksi kopi yang melimpah dengan kualitas yang kompetitif. Selama ini, petani kopi tradisional di Tangse membudidayakan kopi dengan cara-cara yang diwariskan secara turun-temurun, tanpa pendampingan teknis yang memadai. Kehadiran demplot diharapkan menjadi ruang belajar bersama, tempat petani dapat menyaksikan langsung setiap tahapan budi daya yang benar, mulai dari perawatan tanaman hingga pengolahan hasil panen.

Kawasan Tangse sendiri memiliki varietas kopi yang beragam, mulai dari Robusta lokal, Arabika, hingga Liberika yang dikenal sebagai kopi rasa nangka. Selain itu, beberapa klon Robusta dan Arabika dari luar daerah juga mulai berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Keragaman ini menjadi modal sekaligus tantangan, karena setiap varietas membutuhkan perlakuan yang tidak selalu sama.

Berdasarkan observasi awal di perkebunan tradisional Tangse, PRKKA USK mengidentifikasi sejumlah aspek krusial yang perlu diedukasi kepada petani. Aspek tersebut meliputi teknik pemupukan yang tepat, penanaman pohon pelindung, manajemen pemangkasan pohon, pengendalian hama dan penyakit tanaman, serta teknik pengolahan pascapanen untuk meningkatkan nilai ekonomi. “Semua proses ini harus dilakukan secara benar dan efektif agar bermuara pada kesejahteraan petani,” tambah Abubakar, yang juga merupakan putra daerah kelahiran Rikit Gaib, Gayo Lues.

Guru Besar Ilmu Tanah USK, Profesor Sugianto, menambahkan bahwa keberadaan demplot akan memperpendek jarak pendampingan antara akademisi dan petani. Dengan adanya lahan percontohan, teknologi dan inovasi akan lebih mudah dikontrol dan diadopsi oleh masyarakat setempat. Mengingat topografi Tangse yang terdiri dari lereng pegunungan terjal dan lembah, tim riset juga akan melakukan uji laboratorium terhadap unsur hara tanah di berbagai titik.

“Kami akan mendeteksi kandungan hara tanah untuk memetakan karakter setiap lokasi. Rekomendasi budidaya akan disesuaikan dengan kondisi spesifik tanah tersebut, karena tanaman yang cocok di satu titik belum tentu memberikan hasil yang sama di lokasi berbeda,” pungkas Sugianto. Dengan pemetaan tanah yang akurat, rekomendasi pemupukan dan perawatan tanaman diharapkan lebih tepat sasaran, sehingga produktivitas dan kualitas kopi Tangse dapat meningkat secara berkelanjutan.

Apa poin penting dari berita ini?

  • USK melalui PRKKA Fakultas Pertanian akan membangun kebun kopi percontohan (demplot) di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie, Aceh.
  • Pembangunan demplot merupakan respons atas aspirasi petani kopi Tangse yang membutuhkan sentuhan akademik dan teknik budi daya terkini.
  • Kepala PRKKA USK, Profesor Abubakar Karim MS, menyebut tim sedang melakukan survei akhir untuk menentukan lokasi yang strategis dan mudah dijangkau warga.
  • Aspek yang akan diedukasi meliputi pemupukan, pohon pelindung, pemangkasan, pengendalian hama dan penyakit, serta pengolahan pascapanen.
  • Tim riset akan menguji unsur hara tanah di berbagai titik karena topografi Tangse terdiri dari lereng pegunungan terjal dan lembah.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *