Sunday, 1 November 2026
Daerah

Tercebur ke Sumur 15 Meter di Serang, Seorang Warga Dievakuasi Tim SAR dalam Keadaan Meninggal

Tim SAR gabungan melakukan evakuasi terhadap seorang warga yang tercebur ke dalam sumur di Kabupaten Serang

Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang warga bernama Jaya yang tercebur ke dalam sumur di Kampung Darul Mawar, Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, pada Jumat, 30 Oktober 2026. Korban ditemukan dalam keadaan meninggal dunia setelah berhasil diangkat dari dalam sumur.

Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menerima laporan mengenai warga yang tercebur ke dalam sumur itu pada pukul 13.20 WIB dari perangkat Desa Bojong Pandan. Peristiwa itu diperkirakan terjadi sekitar pukul 13.08 WIB, sehingga tim penyelamat segera diberangkatkan begitu laporan diterima.

Lima personel Tim Rescue Basarnas Banten diberangkatkan lengkap dengan peralatan ekstrikasi dan evakuasi. Tim juga berkoordinasi dengan Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Serang serta unsur aparat setempat untuk mendukung proses penanganan di lokasi yang sempit dan dalam.

Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menjelaskan proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat kedalaman sumur mencapai sekitar 15 meter. Tim menggunakan teknik penurunan dengan sistem hauling mekanis rasio 3 banding 1, didukung penyelaman dan peralatan SCBA untuk keselamatan personel yang turun ke dalam sumur.

Proses evakuasi dimulai pada pukul 14.45 WIB dan berlangsung sekitar satu jam. Korban berhasil diangkat ke permukaan pada pukul 15.00 WIB, namun dinyatakan meninggal dunia. Selanjutnya, pada pukul 15.05 WIB, jenazah diserahkan kepada pihak keluarga.

Dengan berhasil dievakuasinya korban dan telah diserahkannya jenazah kepada keluarga, seluruh rangkaian operasi pencarian dan pertolongan dinyatakan selesai. Penutupan operasi itu menandai berakhirnya tugas tim penyelamat di lokasi, setelah seluruh tahapan evakuasi berhasil dilaksanakan.

Evakuasi dari dalam sumur yang dalam dan sempit membutuhkan kehati-hatian ekstra. Petugas tidak dapat bekerja dengan tergesa-gesa karena keterbatasan ruang gerak, minimnya cahaya, dan risiko kekurangan oksigen di dasar sumur. Karena itu, penggunaan peralatan pernapasan dan sistem pengangkat mekanis menjadi penentu keselamatan, baik bagi korban maupun bagi personel penyelamat.

Peran perangkat desa dalam kejadian ini juga patut dicatat. Laporan yang cepat dari perangkat desa kepada Basarnas membuat tim dapat segera diberangkatkan, meskipun pada akhirnya korban tidak dapat diselamatkan. Kecepatan pelaporan semacam ini tetap penting, karena pada banyak kejadian serupa, setiap menit sangat menentukan peluang penyelamatan.

Kapolsek Petir, Ajun Komisaris Polisi Priyanto, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan sumur maupun tempat-tempat yang berpotensi membahayakan di lingkungan rumah guna mencegah kejadian serupa. Sumur yang tidak tertutup rapat, tidak berpagar, atau berada di jalur yang sering dilalui warga perlu mendapat perhatian khusus dari pemiliknya.

Masyarakat juga diimbau untuk melaporkan kondisi darurat melalui layanan gratis Call Center 115 milik Basarnas. Laporan yang disertai lokasi yang jelas dan keterangan yang akurat akan membantu tim penyelamat menentukan peralatan dan personel yang tepat sebelum berangkat ke lokasi.

Kejadian di Bojong Pandan ini menjadi pengingat bahwa bahaya di lingkungan sekitar tidak selalu datang dari bencana besar. Sumur, kolam, dan lubang di sekitar rumah yang tampak sepele dapat berubah menjadi ancaman serius, terutama bagi warga yang beraktivitas sendirian di sekitarnya. Pengamanan sederhana seperti penutup sumur yang kokoh dan penerangan yang memadai dapat menjadi langkah pencegahan yang menyelamatkan nyawa.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi seorang warga bernama Jaya yang tercebur ke dalam sumur di Kampung Darul Mawar, Desa Bojong Pandan, Kecamatan Tunjung Teja, Kabupaten Serang, Banten, pada Jumat, 30 Oktober 2026.
  • Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten menerima laporan mengenai warga yang tercebur ke dalam sumur itu pada pukul 13.20 WIB dari perangkat Desa Bojong Pandan.
  • Kasubsie Operasi dan Siaga Basarnas Banten, Rizky Dwianto, menjelaskan proses evakuasi dilakukan secara hati-hati mengingat kedalaman sumur mencapai sekitar 15 meter.
  • Korban berhasil diangkat ke permukaan pada pukul 15.00 WIB, namun dinyatakan meninggal dunia.
  • Kapolsek Petir, Ajun Komisaris Polisi Priyanto, mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap keberadaan sumur maupun tempat-tempat yang berpotensi membahayakan di lingkungan rumah guna mencegah kejadian serupa.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *