Sunday, 1 November 2026
Konspirasi

Teori yang Beredar: Video Serangan terhadap Netanyahu Ternyata Rekaman Lama dari Bulgaria, Dinyatakan Salah Kaprah

Tangkapan layar video yang beredar dengan klaim keliru soal serangan terhadap Perdana Menteri Israel

Jakarta — Sebuah teori yang beredar di media sosial pada akhir Oktober 2026 mengklaim sebuah video menunjukkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu diserang dan terluka parah di Tel Aviv. Pemeriksa fakta Snopes menelusuri klaim itu dan menyatakan video tersebut salah kaprah: rekaman itu asli, tetapi tidak menunjukkan Netanyahu.

Salah satu unggahan di X memberi keterangan bahwa terjadi serangan sangat berbahaya terhadap Netanyahu di Tel Aviv, bahwa ia tampaknya mengalami luka parah, dan sebuah pesawat dikerahkan untuk membawanya ke Amerika Serikat. Unggahan lain juga membagikan video yang sama, dan para pembaca Snopes mencari informasi tentang dugaan serangan itu di situs pemeriksa fakta tersebut.

Hasil penelusuran Snopes: video itu autentik, artinya bukan hasil rekayasa kecerdasan buatan dan bukan hasil edit digital. Namun, video itu menunjukkan upaya serangan terhadap politisi Bulgaria Ahmed Dogan dalam sebuah konferensi partai pada Januari 2013. Karena itu, Snopes memberi penilaian miscaptioned, atau keterangan yang keliru, terhadap klaim tersebut.

Snopes juga tidak menemukan laporan kredibel tentang serangan semacam itu terhadap Netanyahu. Netanyahu tetap aktif secara politik setelah pemilihan Israel pada 27 Oktober, dan menyampaikan pidato di Yerusalem pada hari berikutnya.

Pada 19 Januari 2013, Dogan, yang saat itu memimpin partai Gerakan untuk Hak dan Kebebasan di Bulgaria, sedang berpidato di Sofia ketika seorang pria naik ke panggung dan mengarahkan pistol gas ke kepalanya. Senjata itu tidak meletus, dan Dogan tidak terluka. Petugas keamanan dan orang-orang lain di konferensi itu kemudian menghentikan penyerang, menurut laporan BBC dan stasiun televisi Bulgaria bTV. The Guardian juga membagikan rekaman kejadian itu.

Meskipun gambar mini yang melekat pada video yang beredar tampak menunjukkan Netanyahu, rekaman serangan itu sendiri tidak menampilkannya. Kualitas video yang rendah juga membuat orang yang ada di rekaman sulit dikenali, yang mungkin membuat klaim itu semakin mudah dipercaya oleh pengguna media sosial.

Ini bukan pertama kalinya pengguna media sosial secara keliru mengaitkan video itu dengan Netanyahu. Pada 2024, Reuters, AFP, dan Soch Fact Check membantah unggahan yang mengklaim rekaman itu menunjukkan Netanyahu diserang oleh anggota parlemen Israel. Klaim serupa dibantah lagi pada April 2026, dan ketika video itu muncul kembali pada Oktober, outlet pemeriksa fakta Lead Stories juga menyelidikinya.

Kasus ini menjadi pengingat bahwa video lama bisa beredar kembali dengan keterangan baru yang keliru, terutama saat peristiwa politik besar sedang berlangsung. Pemeriksa fakta menekankan pentingnya memeriksa sumber dan konteks rekaman sebelum membagikannya, karena keterangan yang salah pada video asli bisa sama menyesatkannya dengan video palsu.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Teori yang beredar mengklaim video menunjukkan Netanyahu diserang dan terluka parah di Tel Aviv pada akhir Oktober 2026.
  • Snopes menyatakan video itu asli tetapi salah kaprah: rekaman itu menunjukkan upaya serangan terhadap politisi Bulgaria Ahmed Dogan pada Januari 2013.
  • Pistol gas penyerang tidak meletus dan Dogan tidak terluka, menurut laporan BBC dan bTV.
  • Tidak ada laporan kredibel tentang serangan terhadap Netanyahu, yang tetap aktif dan berpidato di Yerusalem sehari setelah pemilihan Israel 27 Oktober.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *