Sunday, 1 November 2026
Olahraga

Talenta Basket Indonesia Banyak tetapi Kurang Dipoles, Akademi Alpha Usung Kurikulum Internasional

Pelatih memberikan pelatihan basket kepada pemain muda di lapangan

CEO Alpha International Basketball Academy Teuku M Rizky menilai Indonesia memiliki banyak talenta pebasket muda yang berpotensi berkembang hingga level internasional. Namun, potensi tersebut membutuhkan pembinaan yang tepat agar kemampuan individu pemain semakin terasah. Hal itu disampaikan saat peluncuran Alpha International Basketball Academy di Rana Ground, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Ahad, 1 November 2026.

“Talenta kita banyak, tetapi kurang dipoles. Mimpi kita, pemain-pemain Indonesia bisa bermain di NBA maupun kompetisi basket luar negeri,” kata Rizky. Menurutnya, akademi ini hadir dengan tujuan mengembangkan kemampuan individu pebasket muda Indonesia melalui sistem pembinaan berstandar internasional.

Untuk mewujudkan hal tersebut, akademi ini melibatkan sejumlah sosok berpengalaman di kompetisi basket profesional dunia. Mereka di antaranya Jamarr Johnson (eks Timnas Indonesia), Maciej Lampe (eks pemain NBA Phoenix Suns), Samuel Bronzoff (eks Timnas Junior Prancis), dan Wendha Wijaya. Kolaborasi pelatih lokal dan internasional itu diharapkan memberi pengalaman serta metode latihan yang lebih beragam kepada para pemain muda.

Salah satu hal yang membedakan Alpha dengan akademi basket lainnya adalah pendekatan latihan yang menitikberatkan pada pengembangan kemampuan individu setiap pemain. Menurut Rizky, pembinaan tidak hanya berorientasi pada pola permainan tim, tetapi juga memastikan seluruh peserta mendapatkan kesempatan berkembang. “Yang membedakan adalah pelatih dan kurikulum internasional. Mulai dari pemain yang masih basic sampai yang sudah ahli, semuanya mendapatkan pengembangan,” ujarnya.

Pendekatan ini menjawab persoalan klasik pembinaan olahraga: kemampuan individu yang terabaikan karena sebuah tim memiliki beberapa pemain yang lebih menonjol. Padahal, tim yang kuat dibangun dari individu-individu yang sama-sama berkembang. Dengan memberi waktu dan kesempatan yang cukup kepada seluruh peserta, akademi berharap mencetak pemain yang tidak hanya jago secara tim, tetapi juga matang secara keterampilan dasar, pengambilan keputusan, dan mental bertanding.

Bagi basket Indonesia, kehadiran akademi dengan kurikulum internasional menjadi tambahan jalur pembinaan di luar kompetisi yang sudah ada. Bila pembinaan individu berjalan konsisten, mimpi pemain Indonesia menembus NBA atau kompetisi luar negeri bukan lagi sekadar angan. Yang dibutuhkan adalah kesabaran: talenta yang dipoles sejak muda, dilatih dengan metode yang tepat, dan diberi panggung untuk berkembang setahap demi setahap.

Pembinaan basket usia muda di Indonesia selama ini bertumpu pada klub, sekolah, dan kompetisi antarpelajar. Kehadiran akademi swasta dengan kurikulum internasional menambah pilihan bagi orang tua dan pemain muda yang ingin menekuni basket secara serius. Kuncinya tetap sama: latihan yang konsisten, pelatih yang kompeten, dan kompetisi yang cukup untuk menguji kemampuan di lapangan yang sesungguhnya.

Apa poin penting dari berita ini?

  • CEO Alpha International Basketball Academy Teuku M Rizky menilai talenta pebasket muda Indonesia banyak tetapi kurang dipoles.
  • Akademi diluncurkan di Rana Ground, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, pada Ahad, 1 November 2026.
  • Akademi mengembangkan kemampuan individu pebasket muda melalui sistem pembinaan berstandar internasional.
  • Pelatih yang dilibatkan antara lain Jamarr Johnson, Maciej Lampe, Samuel Bronzoff, dan Wendha Wijaya.
  • Pembinaan menitikberatkan pada pengembangan individu, dari pemain pemula sampai yang sudah ahli, bukan hanya pola permainan tim.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *