Sutradara Nitesh Tiwari mengungkapkan betapa panjang dan rumitnya proses produksi film Ramayana: Rise of a Legend, terutama untuk satu adegan pertarungan antara Ravana dan Jatayu. Dalam perbincangan dengan Shreyas Media yang dikutip sejumlah media hiburan India pada 1 November 2026, Tiwari menyebut adegan itu saja membutuhkan waktu enam setengah tahun untuk diselesaikan, dari pengarahan pertama kepada seniman hingga bingkai terakhirnya.
Ramayana: Rise of a Legend adalah adaptasi dua bagian dari epos Ramayana yang dibintangi Ranbir Kapoor sebagai Rama, Sai Pallavi sebagai Sita, dan Yash sebagai Ravana. Bagian pertama dijadwalkan tayang pada Diwali 2026, sedangkan bagian kedua direncanakan menyusul pada 2027. Skala produksinya termasuk salah satu yang terbesar dalam sejarah perfilman India, dengan ribuan orang yang terlibat dalam pengerjaan setiap bingkai efek visualnya.
Pertarungan Ravana dan Jatayu merupakan salah satu momen paling penting dalam kisah Ramayana. Dalam epos itu, Jatayu, raja para burung, berusaha menghentikan Ravana yang menculik Sita. Tiwari menjelaskan bahwa adegan tersebut digarap dengan ketelitian ekstrem karena ia ingin setiap detailnya terasa masuk akal secara visual, bukan sekadar spektakuler.
Salah satu penyebab lamanya pengerjaan adegan itu adalah desain Pushpak Viman, kendaraan terbang mitologis milik Ravana. Tim produksi menghabiskan hampir dua tahun hanya untuk merancang kendaraan tersebut, dengan menjajaki sekitar 40 sampai 50 desain berbeda sebelum akhirnya menetapkan satu desain final.
Masalahnya, adegan pertarungan itu sudah dibuat papan ceritanya berdasarkan desain awal Pushpak Viman. Ketika desain final yang disepakati ternyata sangat berbeda dari konsep semula, tim harus mengulang dan merekayasa ulang sebagian adegan pertarungan agar selaras dengan bentuk kendaraan yang baru.
Tiwari menegaskan bahwa pendekatan itu disengaja. Ia dan timnya tidak ingin Pushpak Viman sekadar tampak bisa terbang, melainkan ingin ada semacam ilmu pengetahuan di balik rancangannya. Keyakinan bahwa ada sains di balik segala sesuatu pada masa itu menjadi alasan mengapa desain kendaraan tersebut digarap begitu lama dan berulang kali.
Di balik angka enam setengah tahun itu, ada ribuan pekerja yang terlibat, dari seniman konsep, animator, hingga teknisi efek visual. Tiwari mengaku bisa berbicara selama satu jam hanya untuk menjelaskan usaha yang dicurahkan ke dalam satu adegan tersebut, karena hampir setiap elemennya dibuat dari nol.
Pengungkapan ini memberi gambaran tentang standar baru yang coba ditetapkan film Ramayana. Bukan hanya soal anggaran atau jumlah bintang, melainkan soal kesabaran produksi: satu adegan pertarungan bisa memakan waktu lebih lama daripada pembuatan satu film utuh, demi memastikan hasil akhirnya sesuai dengan visi sang sutradara.
Apa poin penting dari berita ini?
- Sutradara Nitesh Tiwari mengungkapkan adegan pertarungan Ravana dan Jatayu dalam Ramayana: Rise of a Legend membutuhkan enam setengah tahun untuk diselesaikan.
- Tim produksi menghabiskan hampir dua tahun untuk merancang Pushpak Viman, kendaraan terbang mitologis Ravana, dengan menjajaki sekitar 40 sampai 50 desain berbeda.
- Adegan pertarungan harus direkayasa ulang karena desain final Pushpak Viman sangat berbeda dari konsep semula yang dipakai dalam papan cerita.
- Ramayana: Rise of a Legend dibintangi Ranbir Kapoor sebagai Rama, Sai Pallavi sebagai Sita, dan Yash sebagai Ravana, dengan ribuan pekerja terlibat dalam efek visualnya.
- Film dua bagian itu dijadwalkan tayang dengan bagian pertama pada Diwali 2026 dan bagian kedua pada 2027.


