Politikus senior Amerika Serikat, Bernie Sanders, mengkritik perusahaan-perusahaan minyak besar karena meraup keuntungan besar dari perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran. Menurut Sanders, perang itu justru merugikan keluarga-keluarga kelas pekerja yang harus menanggung kenaikan harga bahan bakar.
Kritik tersebut disampaikan Sanders melalui unggahan di media sosial X yang kemudian diberitakan pada Minggu, 1 November 2026. Dalam unggahan itu, Sanders menyebut harga bensin di Amerika Serikat telah naik 39 persen sejak Presiden Donald Trump memulai perang yang ia sebut ilegal melawan Iran.
Sementara harga bensin naik, laba perusahaan minyak melonjak. Sanders menyebut laba Exxon naik 130 persen, laba Chevron naik 185 persen, dan laba Shell hampir dua kali lipat. Keluarga pekerja sedang berjuang, sementara perusahaan minyak raksasa mengeksploitasi mereka, kata Sanders dalam unggahan tersebut.
Sanders juga menyindir respons Presiden Trump. Menurut Sanders, Trump tampak tidak peduli dengan beban yang ditanggung warga. Trump menanggapinya dengan pernyataan saya tidak peduli, tulis Sanders mengutip respons presiden tersebut.
Perang Iran yang dimaksud dimulai pada 28 Februari 2026, ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan kampanye udara gabungan berskala besar terhadap target militer dan nuklir di berbagai wilayah Iran. Konflik itu kemudian meluas ke jalur perdagangan energi dunia setelah Iran menutup Selat Hormuz, jalur vital pelayaran minyak global, sehingga harga minyak mentah terdorong melampaui 100 dolar AS per barel.
Dampaknya terasa langsung di kantong warga Amerika. Sejak Februari 2026, konsumen Amerika diperkirakan menanggung tambahan pengeluaran bahan bakar sekitar 147 miliar dolar AS. Harga bensin rata-rata nasional bahkan sempat berada di atas 4 dolar AS per galon akibat gangguan pasokan dari konflik di Iran dan Ukraina.
Di sisi lain, laporan keuangan perusahaan minyak pada kuartal III 2026 menunjukkan lonjakan keuntungan dari bisnis pengolahan dan perdagangan energi. Dari April hingga September 2026, lebih dari 50 perusahaan minyak dan gas besar Amerika meraih laba lebih dari 130 miliar dolar AS, hampir 2,8 kali lipat dibandingkan periode yang sama tahun 2025. Lonjakan itu didorong gangguan pasokan yang memperketat ketersediaan bahan bakar dan meningkatkan margin pengilangan.
BP, misalnya, melaporkan laba kuartal III sebesar 8,5 miliar dolar AS, hampir empat kali lipat dari 2,2 miliar dolar AS pada tahun sebelumnya, didorong margin pengilangan yang kuat dan harga minyak yang lebih tinggi. Shell bahkan memproyeksikan margin pengilangannya mencapai rekor 42 dolar AS per barel, sementara Exxon mengindikasikan kenaikan margin pengilangan kuartal III dapat menambah laba bisnis hilirnya sebesar 4,5 miliar dolar AS dibandingkan kuartal sebelumnya.
Sanders bukan kali pertama menyuarakan kritik ini. Pada pertengahan Oktober 2026, ia juga mendesak Trump mengakhiri perang Iran dan mengenakan pajak atas keuntungan berlebih perusahaan minyak. Menurut Sanders, rumah tangga rata-rata Amerika menjadi lebih miskin sekitar 2.000 dolar AS akibat perang Iran, sementara perusahaan minyak besar menjadi lebih kaya sekitar 125 miliar dolar AS pada tahun berjalan.
Kritik Sanders itu kembali mengangkat perdebatan lama: siapa yang menikmati keuntungan dari lonjakan harga energi di masa perang, dan siapa yang menanggung bebannya. Bagi Sanders, jawabannya jelas: perusahaan minyak menikmati keuntungan berlebih, sedangkan keluarga pekerja membayar harga yang lebih mahal di pompa bensin.
Apa poin penting dari berita ini?
- Bernie Sanders mengkritik perusahaan minyak besar karena meraup keuntungan dari perang AS dan Israel melawan Iran.
- Sanders menyebut harga bensin di AS naik 39 persen sejak perang dimulai, sementara laba Exxon naik 130 persen, Chevron 185 persen, dan Shell hampir dua kali lipat.
- Perang Iran dimulai pada 28 Februari 2026 dan penutupan Selat Hormuz mendorong harga minyak melampaui 100 dolar AS per barel.
- Lebih dari 50 perusahaan minyak dan gas besar AS meraih laba lebih dari 130 miliar dolar AS pada April hingga September 2026.
- Sanders mendesak perang diakhiri dan keuntungan berlebih perusahaan minyak dikenai pajak.


