Ratusan anak dengan down syndrome memeriahkan kegiatan Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day di Kuningan, Jakarta, pada Minggu, 1 November 2026. Kegiatan jalan sehat itu digelar Persatuan Orang Tua Anak dengan Down Syndrome (POTADS) dan diikuti keluarga serta relawan.
Ketua Umum POTADS, Eliza Rogi, mengatakan acara tersebut sekaligus meramaikan Bulan Kesadaran Down Syndrome yang diperingati setiap Oktober. Momentum itu dimanfaatkan untuk mengajak masyarakat lebih mengenal, menerima, dan menyayangi anak dengan down syndrome tanpa stigma.
Dalam kegiatan tersebut, anak-anak dengan down syndrome berjalan bersama orang tua dan pendamping di kawasan HBKB Kuningan yang bebas dari kendaraan bermotor. Suasana berlangsung meriah dan penuh keakraban, dengan keluarga yang saling menyemangati sepanjang rute jalan sehat.
Selain jalan sehat, kegiatan ini juga menampilkan karya anak dengan down syndrome. Penampilan karya tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan bakat dan kreativitas mereka kepada publik, sekaligus menegaskan bahwa mereka memiliki potensi yang layak diapresiasi sama seperti anak-anak lainnya.
HBKB sendiri merupakan ruang publik yang rutin digelar setiap Minggu pagi dan dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, berjalan kaki, bersepeda, dan berkumpul bersama keluarga. Kehadiran ratusan anak dengan down syndrome di tengah keramaian HBKB menjadi pesan inklusi yang kuat: ruang publik adalah milik semua warga, termasuk penyandang disabilitas.
Melalui kegiatan ini, POTADS berharap kesadaran masyarakat terhadap down syndrome semakin meningkat, tidak hanya pada bulan peringatannya, tetapi sepanjang tahun. Dukungan keluarga, sekolah, dan lingkungan sekitar menjadi kunci agar anak dengan down syndrome dapat tumbuh percaya diri, mandiri, dan berpartisipasi penuh dalam kehidupan bermasyarakat.
Apa poin penting dari berita ini?
- Ratusan anak dengan down syndrome mengikuti jalan sehat POTADS dalam kegiatan HBKB di Kuningan, Jakarta, pada 1 November 2026.
- Kegiatan itu diikuti keluarga dan relawan, serta menampilkan karya anak dengan down syndrome.
- Ketua Umum POTADS Eliza Rogi menyebut acara ini sekaligus meramaikan Bulan Kesadaran Down Syndrome yang diperingati setiap Oktober.
- Kegiatan ini menjadi pesan inklusi bahwa ruang publik adalah milik semua warga, termasuk penyandang disabilitas.
- POTADS berharap kesadaran masyarakat terhadap down syndrome meningkat sepanjang tahun, bukan hanya pada bulan peringatannya.


