Industri animasi Jepang (anime) mencatatkan rekor pendapatan tertinggi sepanjang sejarah pada 2025, dengan total nilai pasar mencapai 4,45 triliun yen atau sekitar Rp516 triliun. Angka tersebut diumumkan oleh Association of Japanese Animations (AJA) dalam ringkasan Anime Industry Report 2026 yang dipaparkan pada pameran dagang TIFFCOM di Tokyo.
Apa yang memecahkan rekor, siapa yang melaporkan, dan kapan datanya diumumkan? AJA melaporkan pasar anime dunia tumbuh 15,8 persen dibandingkan tahun sebelumnya dan untuk pertama kalinya menembus angka 4 triliun yen. Dibandingkan satu dekade sebelumnya, nilai pasar anime kini sudah lebih dari dua kali lipat dari 1,83 triliun yen pada 2015.
Dari mana pertumbuhan itu datang? Pasar luar negeri menjadi pendorong utama. Nilai pasar internasional mencapai 2,54 triliun yen, naik 17,2 persen, dan menyumbang 57,1 persen dari total pasar. Sementara itu, pasar domestik Jepang mencapai 1,91 triliun yen, naik 14,1 persen. Dengan capaian ini, 2025 menjadi tahun keempat pasar luar negeri melampaui pasar domestik, setelah sebelumnya terjadi pada 2020, 2023, dan 2024.
Mengapa pasar luar negeri bisa melesat? Sejak pandemi COVID-19, layanan streaming seperti Netflix dan Crunchyroll memperluas jangkauan anime ke penonton di berbagai negara. Film-film besar yang tayang di bioskop, termasuk film terbaru Demon Slayer yang menjadi perbincangan di dalam dan luar Jepang, ikut mendongkrak pendapatan. Perhitungan AJA sendiri tidak hanya mencakup penayangan televisi, film, dan streaming, tetapi juga video rumahan, merchandise, musik, konser, acara, dan lisensi internasional.
Bagaimana dengan studio produksinya? Pendapatan yang langsung diterima studio animasi juga mencetak rekor, naik 8,4 persen menjadi 505,5 miliar yen. Porsi bisnis luar negeri terhadap pendapatan studio naik dari 25,5 persen pada 2024 menjadi 27,9 persen pada 2025. Pemimpin Redaksi Anime Industry Report AJA, Masahiro Hasegawa, menjelaskan semakin banyak perusahaan produksi yang mulai mengambil bagian kepemilikan ekuitas dalam karya yang mereka hasilkan, sehingga mereka tidak hanya dibayar sebagai pekerja pesanan.
Apa dampaknya ke depan? Pemerintah Jepang telah menempatkan anime dan gim sebagai industri andalan dan memasukkan sektor ini ke dalam rencana aksi lima tahun untuk meningkatkan penjualan produk hiburan di luar negeri. Targetnya, nilai penjualan tahunan sektor konten tersebut meningkat dari proyeksi 10 triliun yen pada 2028 menjadi 20 triliun yen pada 2033. AJA sendiri dijadwalkan menerbitkan laporan lengkap Anime Industry Report 2026 pada awal Desember mendatang.
Rekor ini menunjukkan anime bukan lagi sekadar hiburan niche dari Jepang, melainkan industri global yang ditopang penonton lintas negara. Tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan itu juga dirasakan para animator dan studio kecil, bukan hanya perusahaan besar dan platform distribusi.
Apa poin penting dari berita ini?
- Industri anime Jepang mencetak rekor pendapatan 4,45 triliun yen atau sekitar Rp516 triliun pada 2025, naik 15,8 persen.
- Association of Japanese Animations (AJA) mengumumkan angka itu dalam ringkasan Anime Industry Report 2026 di TIFFCOM, Tokyo.
- Pasar luar negeri mencapai 2,54 triliun yen dan menyumbang 57,1 persen dari total pasar, melampaui pasar domestik 1,91 triliun yen.
- Pendapatan studio animasi juga mencetak rekor 505,5 miliar yen, dengan porsi bisnis luar negeri naik menjadi 27,9 persen.
- Pemerintah Jepang menargetkan penjualan konten ke luar negeri mencapai 20 triliun yen pada 2033.


