Monday, 2 November 2026
Film Indonesia

Pasukan 1000 Janda: Laksamana Malahayati dan Inong Balee Bertempur di Selat Malaka, Tayang 12 November 2026

Para pemain dan kru film Pasukan 1000 Janda berfoto bersama di depan poster film di dalam bioskop

Film laga sejarah-fantasi Pasukan 1000 Janda dijadwalkan tayang serentak di seluruh bioskop Indonesia mulai 12 November 2026. Film produksi Manara Films ini mengangkat perjuangan Laksamana Malahayati bersama pasukan Inong Balee, pasukan pahlawan perempuan dari Aceh, dalam mempertahankan wilayah Selat Malaka dari perampasan dan teror armada penjajah.

Film ini disutradarai Archie Hekagery dan diproduseri Yuda Wirafianto, dengan Mifta Nur Rizki sebagai ko-produser dan Bunga Mentari sebagai produser eksekutif. Trailer dan poster resminya sudah dirilis di Jakarta pada 30 September 2026, dan dari trailer berdurasi singkat itu terlihat visual pertempuran di atas kapal perang di tengah lautan Selat Malaka, pertarungan dengan koreografi senjata tradisional rencong, hingga konfrontasi jarak dekat melawan armada kapal Belanda yang dilengkapi meriam.

Ceritanya mengambil latar Selat Malaka pada 1599. Beberapa tahun sebelumnya, ketika ancaman Portugis mengguncang perairan Selat Malaka, armada Kesultanan Aceh Darussalam di bawah komando Laksamana Malahayati bangkit melawan. Dengan keberanian dan kecerdikannya, Malahayati berhasil menghancurkan armada Portugis dan mengusir mereka dari perairan Aceh. Setelah itu, Malahayati diceritakan menghilang tanpa jejak.

Ancaman baru kemudian muncul ketika armada Belanda datang menuju Selat Malaka untuk menguasai jalur perdagangan. Desa-desa dibakar, rakyat diburu, dan para lelaki tewas di medan perang, meninggalkan perempuan-perempuan yang kehilangan suami dan keluarga. Ketika harapan nyaris padam dan tidak ada lagi pasukan yang mampu menghadang Belanda, para perempuan itu bangkit dari duka mereka dan membentuk pasukan yang belum pernah ada sebelumnya: pasukan para janda, dengan satu tekad mempertahankan rumah yang mereka cintai.

Atiqah Hasiholan dipercaya memerankan Laksamana Malahayati, sosok pemimpin yang berani dan tangguh. Pasukan Inong Balee diperankan antara lain oleh Cut Mini, Tasha Siahaan sebagai Dahlia, Fergie Brittany, dan Ully Triani. Jajaran pemain lainnya meliputi Emil Kusumo, Vincent Verhaag sebagai antagonis Achille Marozzo, Hans de Kraker, Dafina Jamasir, Syaura Salsabila sebagai Gema, Muzakki Ramdhan sebagai Agam, serta aktor laga asal Belanda Ron Smoorenburg.

Melalui film ini, sang sutradara ingin menyajikan narasi sejarah pahlawan nasional dengan pendekatan visual kolosal dan sinematik layaknya film aksi berskala besar. Baginya, sejarah Indonesia memiliki cerita sebesar film aksi, dan kisah Malahayati layak hadir sebagai film aksi yang epik. Film ini juga menjadi tribut bagi tanah leluhur sang sutradara yang berasal dari Aceh, sekaligus upaya mengenalkan sosok pahlawan perempuan Aceh kepada generasi muda.

Para pemainnya pun merasakan hal serupa. Atiqah Hasiholan menyebut proyek ini sebagai refleksi atas kapasitas asli perempuan, sementara Tasha Siahaan menceritakan pengalamannya belajar aksen dialek Aceh, koreografi aksi, hingga sejarah perjuangan perempuan. Dengan genre historical fantasy action, Pasukan 1000 Janda mengubah duka akibat kehilangan menjadi kekuatan kolektif untuk melindungi tanah air, dan bisa disaksikan di bioskop mulai 12 November 2026.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Film Pasukan 1000 Janda produksi Manara Films yang disutradarai Archie Hekagery dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 12 November 2026.
  • Film ini mengangkat perjuangan Laksamana Malahayati, yang diperankan Atiqah Hasiholan, bersama pasukan Inong Balee dalam mempertahankan wilayah Selat Malaka dari armada penjajah.
  • Ceritanya mengambil latar Selat Malaka pada 1599, ketika para perempuan yang kehilangan suami dan keluarga akibat peperangan bangkit dari duka dan membentuk pasukan untuk mempertahankan tanah mereka.
  • Trailer dan poster resminya dirilis di Jakarta pada 30 September 2026, dengan pertempuran kapal perang, senjata tradisional rencong, dan pendekatan visual kolosal layaknya film aksi berskala besar.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *