Saturday, 31 October 2026
Ekonomi

Kopi Arabika Gayo Curi Perhatian Sandiaga Uno di IES 2026

Biji kopi sangrai dari dekat yang tersebar di atas permukaan gelap, menampakkan tekstur dan warnanya

Kopi Arabika Gayo kembali mendapat perhatian di panggung nasional. Kali ini, pengusaha dan entrepreneur nasional, Sandiaga Salahuddin Uno, menerima bingkisan berupa bubuk kopi Arabika Gayo dalam rangkaian kegiatan Indonesia Ekonomi Syariah (IES) 2026 Forum dan Expo di Plaza Bata Merah, Masjid Istiqlal, Jakarta.

Bingkisan tersebut diserahkan oleh Kepala Gara Zakat dan Wakaf Kementerian Agama Aceh Tengah, Hasyimi SAg MPd, sebagai bentuk pengenalan sekaligus promosi salah satu komoditas unggulan dari Dataran Tinggi Gayo. Penyerahan buah tangan itu menjadi cara sederhana namun efektif untuk memperkenalkan produk daerah kepada jejaring nasional yang hadir di forum tersebut.

Sandiaga tampak senang menerima buah tangan tersebut. Ia mengaku telah mengenal kopi Arabika Gayo yang namanya sudah mendunia dan dikenal sebagai salah satu kopi berkualitas unggulan Indonesia di pasar kopi internasional. Baginya, kopi Gayo memiliki daya tarik tersendiri, bukan hanya dari cita rasa dan kualitasnya, tetapi juga dari potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan.

Momentum ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekayaan dan potensi daerah Aceh Tengah kepada jejaring nasional, khususnya dalam forum ekonomi syariah. Kopi Arabika Gayo tidak sekadar menjadi produk unggulan perkebunan, tetapi juga memiliki peluang besar untuk dikembangkan melalui ekosistem usaha yang berkelanjutan, pemberdayaan petani, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Melalui momentum IES 2026, Kementerian Agama Aceh Tengah turut membawa pesan bahwa potensi lokal seperti kopi Gayo dapat menjadi kekuatan ekonomi umat apabila dikelola secara produktif, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat. Pesan itu sejalan dengan semangat forum ekonomi syariah, yang menekankan bahwa kegiatan ekonomi sebaiknya memberi manfaat luas, bukan hanya keuntungan bagi segelintir pihak.

Bagi petani kopi di Dataran Tinggi Gayo, perhatian dari tokoh nasional di forum sebesar IES 2026 menjadi dorongan tersendiri. Pengakuan atas kualitas kopi Gayo di pasar internasional selama ini dibangun lewat kerja panjang petani, mulai dari budidaya, panen, hingga pengolahan pascapanen yang menjaga cita rasa khasnya.

Ke depan, tantangan yang dihadapi adalah memastikan perhatian tersebut berubah menjadi peluang nyata, misalnya melalui jejaring pemasaran yang lebih luas, kemitraan usaha, dan peningkatan kapasitas petani serta pelaku usaha kopi di daerah. Dengan pengelolaan yang profesional, komoditas unggulan seperti kopi Gayo dapat terus memberi nilai tambah bagi perekonomian Aceh Tengah dan masyarakatnya.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kopi Arabika Gayo mendapat perhatian di panggung nasional saat Sandiaga Salahuddin Uno menerima bingkisan bubuk kopi Gayo di IES 2026 Forum dan Expo, Jakarta.
  • Bingkisan diserahkan Kepala Gara Zakat dan Wakaf Kemenag Aceh Tengah, Hasyimi, sebagai pengenalan dan promosi komoditas unggulan Dataran Tinggi Gayo.
  • Sandiaga mengaku telah mengenal kopi Arabika Gayo yang mendunia dan dikenal sebagai salah satu kopi berkualitas unggulan Indonesia.
  • Menurut Sandiaga, daya tarik kopi Gayo bukan hanya cita rasa dan kualitasnya, tetapi juga potensi ekonomi yang dapat terus dikembangkan.
  • Kemenag Aceh Tengah membawa pesan bahwa potensi lokal seperti kopi Gayo dapat menjadi kekuatan ekonomi umat bila dikelola produktif, profesional, dan berorientasi pada kemaslahatan masyarakat.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *