Sunday, 1 November 2026
Lingkungan

Karhutla Jatim Hanguskan 11.895 Hektare Sepanjang 2026, Kini Dilaporkan Padam Sementara

Pepohonan hangus dan asap tebal di kawasan hutan yang terbakar

Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur dilaporkan padam untuk sementara ini. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur mencatat total luasan lahan yang terdampak mencapai 11.895,35 hektare sepanjang 2026, di tengah kekeringan yang meluas di sejumlah wilayah.

Angka terbaru dari BPBD Jawa Timur tersebut melengkapi data sebelumnya dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Hingga Oktober 2026, BNPB menyebut ada sebanyak 184 kejadian karhutla di Jawa Timur yang tersebar di 26 kabupaten dan kota dengan total lahan terbakar mencapai 11.449 hektare. Sebanyak 77,05 persen dari area yang terbakar merupakan kawasan hutan konservasi. Perbedaan angka antara kedua lembaga tersebut mencerminkan perbedaan tanggal pendataan, dengan angka BPBD Jawa Timur sebagai data yang lebih mutakhir.

Kebakaran melanda sejumlah kawasan pegunungan, termasuk Gunung Bromo, Arjuno, Semeru, Butak, dan Ijen. BNPB menyebut penyebab kebakaran diduga karena faktor kesengajaan atau kelalaian manusia. Karena itu, penanganan karhutla di Jawa Timur tidak hanya berfokus pada pemadaman, tetapi juga pada pengawasan dan penegakan hukum bagi terduga pelaku pembakaran lahan yang tertangkap, guna memberikan efek jera.

Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat koordinasi penanggulangan karhutla dalam rapat koordinasi pada Jumat (23/10/2026) di Balai Kota Among Tani, Kota Batu. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi dan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal TNI Tandyo Budi Revita membahas strategi mitigasi dan pemadaman. Khofifah menekankan bahwa penanggulangan karhutla membutuhkan perencanaan jangka panjang, bukan hanya pemadaman ketika api muncul.

Upaya pemadaman dilakukan melalui berbagai cara, termasuk operasi modifikasi cuaca (OMC) bersama Kementerian Kehutanan dan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang menyasar kawasan Gunung Ijen, Arjuno-Welirang, Gunung Butak, serta kawasan pegunungan lainnya. Selain itu, pemadaman dilakukan menggunakan drone penyemprot air dan operasi pengeboman air melalui kerja sama dengan BNPB. BNPB menambah satu helikopter water bombing dari Kalimantan Selatan dan satu pesawat OMC dari Kalimantan Barat, sementara hingga saat itu sebanyak 462 kali penerbangan water bombing telah dilakukan.

Hujan yang turun pada Kamis (22/10) turut membantu pemadaman. Kepala BPBD Kabupaten Malang Purwoto mengungkapkan, titik-titik api di kawasan Taman Hutan Raya Raden Soerjo Gunung Arjuno-Welirang sisi Kabupaten Malang dipastikan sudah padam berkat hujan deras tersebut. Menurut pemaparan BMKG dalam rapat koordinasi, hujan yang turun merupakan hujan alami dan bukan hasil operasi modifikasi cuaca, meski intensitas dan sebarannya belum merata sehingga petugas gabungan masih bersiaga mengantisipasi kemunculan titik api kembali.

Upaya pemadaman karhutla di Jawa Timur juga memakan korban dari kalangan petugas dan relawan yang bertugas di medan berat pegunungan. Pemerintah juga mulai mengantisipasi potensi bencana susulan seiring perkiraan pergeseran musim menuju penghujan pada pertengahan November. Meski api dilaporkan padam untuk sementara, kewaspadaan tetap diperlukan karena bara di kawasan hutan dapat menyala kembali bila cuaca kering berlanjut dan angin kencang bertiup.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur dilaporkan padam untuk sementara ini, dengan total luasan lahan terdampak mencapai 11.895,35 hektare sepanjang 2026 menurut BPBD Jawa Timur.
  • Hingga Oktober 2026, BNPB menyebut ada sebanyak 184 kejadian karhutla di Jawa Timur yang tersebar di 26 kabupaten dan kota dengan total lahan terbakar mencapai 11.449 hektare.
  • Kebakaran melanda sejumlah kawasan pegunungan, termasuk Gunung Bromo, Arjuno, Semeru, Butak, dan Ijen.
  • BNPB menyebut penyebab kebakaran diduga karena faktor kesengajaan atau kelalaian manusia.
  • Pemerintah Provinsi Jawa Timur memperkuat koordinasi penanggulangan karhutla dan menekankan perencanaan jangka panjang, bukan hanya pemadaman ketika api muncul.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *