Sunday, 1 November 2026
Komedi

GJLS: Berapi-Api Gelar Gala Premiere dengan Damkar Asli dan Bus Interaktif, Tayang 5 November 2026

Petugas pemadam kebakaran berseragam lengkap menaiki tangga di belakang mobil pemadam merah bernomor 27

Film komedi aksi keluarga GJLS: Berapi-Api resmi diperkenalkan kepada publik melalui konferensi pers sekaligus gala premiere di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, pada Kamis, 29 Oktober 2026. Rumah produksi Amadeus Sinemagna menggelar peluncuran itu menjelang penayangan serentak film tersebut di seluruh bioskop Indonesia mulai 5 November 2026.

Gala premiere kali ini tampil berbeda dari peluncuran film pada umumnya. Pelataran bioskop disulap menjadi ruang pengalaman bertema pemadam kebakaran, lengkap dengan mobil pemadam kebakaran asli dan instalasi Bus Wahana Damkar GJLS yang bisa dinaiki dan dicoba langsung oleh pengunjung maupun awak media. Di dalam bus interaktif itu, pengunjung diajak merasakan simulasi menjadi petugas pemadam kebakaran, mulai dari mengenakan helm keselamatan, mencoba perlengkapan pemadaman, hingga berfoto di depan armada mobil damkar berukuran besar.

Konsep peluncuran tersebut sekaligus memperkenalkan pesan utama film, yakni penghormatan terhadap dedikasi petugas pemadam kebakaran. Produser eksekutif sekaligus CEO Amadeus Sinemagna, Indra Yudhistira, mengatakan film ini menjadi bentuk apresiasi terhadap petugas pemadam kebakaran yang selalu hadir ketika masyarakat menghadapi situasi darurat. Ia menyebut film ini dibuat dengan skala produksi yang jauh lebih ambisius, dengan cerita yang dekat secara emosional dengan penonton keluarga.

GJLS: Berapi-Api disutradarai Monty Tiwa dan dibintangi trio komika Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir. Film ini menjadi film kedua yang mempertemukan ketiganya dalam satu proyek layar lebar, dengan cerita yang benar-benar baru dan tidak melanjutkan alur film GJLS sebelumnya. Sutradara Monty Tiwa menjelaskan bahwa tantangan terbesarnya adalah mempertahankan orisinalitas humor khas trio GJLS tanpa mengulang formula lama, sambil memadukannya dengan aksi nyata, empati, dan konflik yang menyentuh.

Cerita film ini mengikuti tiga sahabat masa kecil, Rigen, Rispo, dan Hifdzi, yang berbagi mimpi menjadi petugas pemadam kebakaran yang heroik. Mimpi itu terbentur kenyataan ketika mereka gagal dalam pelatihan bersama regu pemadam kebakaran elite Algojo Api. Alih-alih memadamkan api, ketiganya justru ditempatkan pada unit layanan non-kebakaran yang sering diremehkan masyarakat, tempat mereka menangani berbagai aduan warga yang jauh dari bayangan heroik.

Di unit itulah sumber komedi film ini bermula. Ketiganya menghadapi aduan yang tak biasa, mulai dari membantu melepaskan cincin yang tersangkut di jari, mengevakuasi kucing dari pohon, membantu warga yang terjebak di pagar, hingga mencari buku rapor anak sekolah yang tertinggal. Berbagai kejadian itu menjadi cerminan kenyataan bahwa tugas petugas pemadam kebakaran di Indonesia sering kali melampaui urusan api dan kebakaran, dan justru bersentuhan langsung dengan persoalan warga sehari-hari.

Namun cerita tidak berhenti pada tawa. Ketika berniat mencari jalan pintas untuk membuktikan kemampuan mereka, ketiganya bersama Bu Guru Nana yang diperankan Grace Emmanuela justru terseret ke dalam konspirasi berbahaya. Mereka tanpa sengaja mengungkap sindikat perdagangan anak, sehingga misi pembuktian diri itu berubah menjadi misi penyelamatan yang menegangkan dan penuh risiko.

Selain trio utama, film ini turut dibintangi jajaran pemain lintas generasi, antara lain Carissa Perusset sebagai Bondan, Aurra Kharisma sebagai Jayanti, Inayma sebagai Joana, Sadha Triyudha sebagai Sugeng, Nigel Siwabessy sebagai Sentot, Ebel Cobra sebagai Komandan Toni, Yono Bakrie sebagai Romli, Rizky Ritonga sebagai Tonga, serta aktor cilik Raffan Al Aryan sebagai Daffa dan Mikhaira Embun sebagai Farra. Para pemain menjalani persiapan yang mencakup latihan menghadapi api, karate, hingga penyelamatan hewan, agar adegan aksi terasa meyakinkan.

Dari sisi musik, film ini menghadirkan lagu tema orisinal berjudul Api dan Mimpi yang digarap grup musik rock Barasuara. Film berdurasi sekitar 110 menit dengan klasifikasi usia 13 tahun ke atas ini juga sempat menggelar penayangan spesial di Mopic Cinemas Malang pada Minggu, 25 Oktober 2026, sebelum gala premiere di Jakarta. Dengan perpaduan komedi, aksi, persahabatan, dan nilai pelayanan publik BerAKHLAK, GJLS: Berapi-Api dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Film komedi aksi keluarga GJLS: Berapi-Api resmi diperkenalkan kepada publik melalui konferensi pers sekaligus gala premiere di Epicentrum XXI, Jakarta Selatan, pada Kamis, 29 Oktober 2026.
  • Pelataran bioskop disulap menjadi ruang pengalaman bertema pemadam kebakaran, lengkap dengan mobil pemadam kebakaran asli dan instalasi Bus Wahana Damkar GJLS yang bisa dinaiki dan dicoba langsung oleh pengunjung maupun awak media.
  • GJLS: Berapi-Api disutradarai Monty Tiwa dan dibintangi trio komika Rigen Rakelna, Ananta Rispo, dan Hifdzi Khoir.
  • Cerita film ini mengikuti tiga sahabat masa kecil yang bercita-cita menjadi petugas pemadam kebakaran heroik, tetapi gagal dalam pelatihan bersama regu pemadam kebakaran elite Algojo Api dan ditempatkan pada unit layanan non-kebakaran.
  • Ketiganya bersama Bu Guru Nana yang diperankan Grace Emmanuela justru terseret ke dalam konspirasi berbahaya dan mengungkap sindikat perdagangan anak.
  • Film berdurasi sekitar 110 menit dengan klasifikasi usia 13 tahun ke atas ini dijadwalkan tayang serentak di bioskop seluruh Indonesia mulai 5 November 2026.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *