Sunday, 1 November 2026
Pendidikan

Dari Kampus ke Pasar Global, Aryasetya Bawa Kopi Petani Lokal ke Italia dan UEA

Tangan memilah biji kopi segar hasil panen dari dekat

Berawal dari bisnis kopi di pasar lokal, Aryasetya Kanaka Dumadi kini mengembangkan usahanya hingga menjangkau pembeli internasional. Wisudawan program International Business Management–International Class Universitas Ciputra Surabaya tersebut membangun QThink X, platform yang menghubungkan 50 petani kopi lokal dengan pembeli dari luar negeri, termasuk Italia dan Uni Emirat Arab.

Kisah Aryasetya bermula dari ketertarikannya pada kopi dan pada nasib petani di balik secangkir kopi yang dinikmati konsumen. Di pasar lokal, petani kopi kerap menghadapi persoalan klasik: harga yang tidak stabil, akses pasar yang terbatas, dan rantai distribusi yang panjang sehingga bagian yang diterima petani menjadi kecil. Berbekal ilmu manajemen bisnis internasional yang dipelajarinya di bangku kuliah, Aryasetya mencoba menjawab persoalan itu dengan membangun platform yang mempertemukan petani langsung dengan pembeli.

QThink X yang dibangunnya bekerja dengan menghubungkan 50 petani kopi lokal kepada pembeli dari luar negeri. Model ini memangkas perantara yang tidak perlu, sehingga petani memperoleh harga yang lebih adil dan pembeli memperoleh kopi dengan ketelusuran asal yang jelas. Bagi pembeli internasional, asal-usul kopi menjadi nilai jual tersendiri: mereka tidak hanya membeli biji kopi, tetapi juga cerita tentang tanah, ketinggian tanam, dan tangan petani yang merawatnya.

Menembus pasar Italia dan Uni Emirat Arab bukan perkara mudah bagi usaha rintisan dari kampus. Italia dikenal sebagai negara dengan budaya kopi yang sangat kuat dan standar kualitas yang tinggi, sementara Uni Emirat Arab merupakan pusat perdagangan yang kompetitif dengan selera konsumen yang beragam. Keberhasilan QThink X menjangkau kedua pasar itu menunjukkan bahwa kopi Indonesia memiliki daya saing, selama kualitas dijaga dan ceritanya disampaikan dengan baik.

Perjalanan Aryasetya juga memberi gambaran tentang peran perguruan tinggi dalam mencetak wirausaha muda. Program International Business Management–International Class di Universitas Ciputra Surabaya membekalinya dengan pemahaman tentang perdagangan lintas negara, pemasaran internasional, dan pengelolaan usaha. Namun, yang mengubah ilmu menjadi usaha nyata adalah keberanian untuk memulai dari pasar lokal, belajar dari kegagalan kecil, dan membangun kepercayaan dengan petani satu per satu.

Bagi 50 petani yang tergabung dalam platform ini, manfaatnya bersifat langsung dan nyata. Akses ke pembeli internasional membuka peluang pendapatan yang lebih stabil dan lebih baik dibandingkan hanya mengandalkan pasar lokal yang fluktuatif. Lebih dari itu, keterhubungan dengan pasar global mendorong petani untuk menjaga kualitas panen, karena pembeli internasional menuntut standar yang konsisten dari musim ke musim.

Kisah dari kampus ke pasar global ini menjadi inspirasi bagi mahasiswa dan lulusan muda lainnya. Ia menunjukkan bahwa pendidikan tinggi tidak harus berakhir pada pencarian kerja semata, tetapi dapat menjadi titik awal untuk menciptakan lapangan kerja dan memberi manfaat bagi banyak orang. Dari secangkir kopi lokal, Aryasetya membuktikan bahwa karya anak muda Indonesia mampu bersaing dan diterima di pasar dunia.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Aryasetya Kanaka Dumadi, wisudawan International Business Management–International Class Universitas Ciputra Surabaya, mengembangkan bisnis kopi dari pasar lokal hingga pembeli internasional.
  • Ia membangun QThink X, platform yang menghubungkan 50 petani kopi lokal dengan pembeli dari luar negeri, termasuk Italia dan Uni Emirat Arab.
  • Platform ini memangkas perantara sehingga petani memperoleh harga lebih adil dan pembeli memperoleh kopi dengan ketelusuran asal yang jelas.
  • Italia dikenal dengan budaya kopi dan standar kualitas yang tinggi, sementara Uni Emirat Arab merupakan pusat perdagangan yang kompetitif.
  • Akses pasar internasional memberi petani peluang pendapatan lebih stabil dan mendorong penjagaan kualitas panen secara konsisten.
  • Kisah ini menunjukkan pendidikan tinggi dapat menjadi titik awal menciptakan lapangan kerja dan memberi manfaat bagi banyak orang.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *