Saturday, 31 October 2026
Teknologi

BRI Ingatkan Nasabah: Jangan Serahkan Data Rahasia lewat Telepon, Waspadai Voice Phishing

Ilustrasi layanan perbankan BRI yang mengingatkan nasabah waspada penipuan telepon

Bank Rakyat Indonesia (BRI) mengingatkan nasabahnya untuk waspada terhadap modus kejahatan voice phishing atau vishing. Nasabah diminta tidak memberikan data rahasia lewat telepon dan selalu memverifikasi informasi melalui kanal resmi. Imbauan ini disampaikan pada Sabtu, 31 Oktober 2026.

Voice phishing adalah penipuan yang dilakukan lewat panggilan telepon. Pelaku biasanya mengaku sebagai petugas bank, aparat, atau pihak resmi lainnya, lalu membujuk korban agar menyerahkan data pribadi seperti nomor rekening, kode OTP, PIN, atau kata sandi. Dengan nada bicara yang meyakinkan dan dalih yang terdengar mendesak, pelaku berusaha membuat korban panik dan bertindak tanpa berpikir panjang.

Modus semacam ini masih sering berhasil karena pelaku memanfaatkan rasa percaya dan ketakutan korban. Misalnya, korban diberi tahu bahwa rekeningnya bermasalah, ada transaksi mencurigakan, atau akunnya akan diblokir bila tidak segera mengikuti arahan penelepon. Dalam kondisi tertekan, sebagian orang akhirnya menyebutkan data yang seharusnya tidak pernah dibagikan kepada siapa pun.

Perlu diingat, bank tidak pernah meminta nasabah menyebutkan PIN, kata sandi, maupun kode OTP lewat telepon. Kode OTP adalah kunci sekali pakai yang hanya boleh diketahui pemilik rekening. Bila ada penelepon yang memintanya, apalagi dengan alasan verifikasi atau pengamanan akun, hampir bisa dipastikan itu adalah penipuan.

Bila menerima panggilan mencurigakan, langkah paling aman adalah segera mengakhiri panggilan dan tidak mengikuti arahan penelepon. Setelah itu, nasabah bisa menghubungi bank melalui nomor resmi yang tertera di kartu, aplikasi, atau situs resmi bank untuk memastikan apakah benar ada masalah pada rekeningnya. Jangan pernah menghubungi kembali nomor yang diberikan penelepon, karena nomor itu bisa jadi milik pelaku.

Imbauan BRI ini menjadi pengingat bahwa keamanan rekening tidak hanya bergantung pada sistem bank, tetapi juga pada kewaspadaan nasabahnya. Menjaga kerahasiaan data, memverifikasi setiap informasi lewat kanal resmi, dan tidak terburu-buru menanggapi panggilan yang mengatasnamakan bank adalah langkah sederhana yang bisa mencegah kerugian besar.

Apa poin penting dari berita ini?

  • BRI mengingatkan nasabah untuk waspada terhadap modus voice phishing atau vishing.
  • Nasabah diminta tidak memberikan data rahasia lewat telepon.
  • Voice phishing adalah penipuan lewat panggilan telepon yang mengatasnamakan pihak resmi.
  • Bank tidak pernah meminta PIN, kata sandi, maupun kode OTP lewat telepon.
  • Informasi soal rekening sebaiknya diverifikasi melalui kanal resmi bank.
  • Bila menerima panggilan mencurigakan, segera akhiri panggilan dan hubungi nomor resmi bank.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *