Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I melakukan normalisasi alur sungai di Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, Minggu (1/11/2026). Pekerjaan ini dilakukan untuk mengatasi pendangkalan sungai sekaligus mengurangi risiko luapan air ke permukiman warga di sekitarnya.
Berdasarkan keterangan BWS, sedimentasi atau endapan lumpur dan material di sungai tersebut telah mencapai 1,5 meter. Endapan setebal itu membuat daya tampung sungai menyusut drastis, sehingga saat debit air meningkat, air lebih mudah meluap ke daratan di sekitarnya.
Normalisasi sungai pada dasarnya adalah upaya mengembalikan fungsi alur sungai seperti semula. Caranya antara lain dengan mengeruk endapan, memperdalam dasar sungai, dan merapikan tebing agar aliran air kembali lancar. Dengan alur yang sudah dinormalisasi, air hujan dari hulu dapat mengalir lebih cepat ke hilir tanpa tertahan dan meluap ke permukiman.
Pekerjaan semacam ini menjadi penting bagi wilayah seperti Gayo Lues yang berada di kawasan perbukitan dan pegunungan Aceh. Sungai-sungai di wilayah tersebut menerima kiriman air dan material dari lereng-lereng di sekitarnya, terutama pada musim hujan. Ketika dasar sungai sudah dangkal karena sedimentasi, risiko banjir luapan meningkat, dan dampaknya langsung dirasakan warga yang tinggal di bantaran maupun di dataran rendah sekitar sungai.
Dalam beberapa waktu terakhir, Gayo Lues berulang kali menghadapi persoalan luapan sungai. Penanganan darurat seperti evakuasi warga dan pembersihan rumah dari lumpur memang diperlukan saat banjir terjadi, tetapi langkah pencegahan seperti normalisasi alur sungai justru menentukan apakah kejadian serupa akan terus berulang atau dapat dikurangi risikonya.
Dari sisi warga, normalisasi sungai memberi rasa aman yang lebih nyata dibanding sekadar menunggu surutnya banjir. Permukiman yang sebelumnya rawan tergenang menjadi lebih terlindungi, akses jalan dan lahan pertanian di sekitar sungai pun lebih terjaga dari kerusakan akibat luapan. Bagi petani, berkurangnya risiko banjir berarti berkurangnya ancaman gagal panen dan rusaknya lahan garapan.
Meskipun demikian, normalisasi sungai bukan pekerjaan sekali jadi. Endapan baru akan terus datang terbawa aliran air, terutama dari kawasan hulu yang mengalami erosi. Karena itu, pekerjaan pengerukan dan perawatan alur sungai perlu dilakukan secara berkala, dibarengi dengan upaya menjaga daerah tangkapan air di hulu agar laju sedimentasi dapat ditekan.
Upaya BWS Sumatera I di Dabun Gelang ini menjadi contoh penanganan banjir dari sisi hulu masalahnya, yakni dengan memulihkan kapasitas sungai itu sendiri. Langkah ini melengkapi penanganan darurat yang selama ini dilakukan pemerintah daerah dan aparat di lapangan setiap kali banjir melanda, sehingga perlindungan bagi warga Gayo Lues menjadi lebih menyeluruh dan berkelanjutan.
Apa poin penting dari berita ini?
- BWS Sumatera I melakukan normalisasi alur sungai di Kecamatan Dabun Gelang, Kabupaten Gayo Lues, Aceh, pada Minggu (1/11/2026).
- Normalisasi dilakukan untuk mengatasi pendangkalan sungai dan mengurangi risiko luapan air ke permukiman warga.
- Sedimentasi di sungai tersebut telah mencapai 1,5 meter sehingga daya tampung sungai menyusut dan air mudah meluap.
- Normalisasi mengembalikan fungsi alur sungai dengan mengeruk endapan dan merapikan aliran agar air mengalir lancar ke hilir.
- Pekerjaan ini merupakan langkah pencegahan banjir yang perlu dirawat berkala karena endapan baru akan terus datang dari hulu.


