Aktris Sigi Wimala berbagi cerita tentang perannya dalam film Desember Jani saat berbincang di Tokyo. Dalam film karya sutradara Ariani Darmawan itu, Sigi memerankan Winnie, seorang ibu dari dua orang putri. Menurutnya, peran tersebut tidak terlalu sulit untuk dijalani, karena ia merasa seperti menjadi diri sendiri, hanya saja dibayar untuk itu.
Perbincangan bersama sutradara Desember Jani, Ariani Darmawan, digelar di Tokyo pada 30 Oktober 2026, di sela rangkaian Tokyo International Film Festival 2026. Film yang dikenal pula dengan judul internasional Jani Be Good itu mengangkat kisah keluarga berisi perempuan tiga generasi dengan latar belakang kota Bandung. Cerita tentang ibu, anak perempuan, dan nenek dalam satu keluarga menjadi inti film ini.
Sigi Wimala tidak sendiri dalam film ini. Ia beradu peran dengan Chempa Puteri dan Tutie Kirana, yang bersama-sama menghidupkan dinamika keluarga tiga generasi tersebut. Kedekatan Sigi dan Chempa sebagai ibu dan anak dalam film juga menjadi sorotan dalam diskusi film di Tokyo, karena kecocokan keduanya membuat hubungan ibu dan putri itu terasa hidup di layar.
Sebelum perbincangan dengan sutradara itu, tim film Desember Jani sudah lebih dulu hadir di karpet merah Tokyo. Produser, sutradara, dan para pemeran film tersebut menghadiri acara karpet merah di tengah hujan Tokyo, sebuah momen yang menggambarkan kehangatan keluarga dalam film itu sendiri. Kehadiran tim film di festival tersebut menjadi bagian dari perjalanan Desember Jani di kancah internasional.
Film ini masuk dalam kompetisi Asian Future di Tokyo International Film Festival 2026, sebuah program yang memberi ruang bagi sineas Asia yang sedang berkembang. Dalam penayangan di Tokyo, kisah para perempuan dalam keluarga tiga generasi itu dinilai tetap personal sekaligus universal, karena persoalan keluarga, peran ibu, dan hubungan antargenerasi dapat dirasakan penonton dari latar budaya mana pun.
Pernyataan Sigi bahwa ia merasa menjadi diri sendiri saat memerankan Winnie memberi gambaran tentang pendekatan aktingnya dalam film ini. Alih-alih membangun karakter yang jauh dari dirinya, ia justru menemukan kedekatan personal dengan sosok ibu dua putri yang ia perankan. Kedekatan itu pula yang membuat interaksinya dengan Chempa sebagai putrinya terasa wajar, bukan sekadar adegan yang dihafalkan.
Bagi penonton Indonesia, Desember Jani menawarkan potret keluarga perempuan yang jarang tampil sebagai pusat cerita. Film ini tidak bertumpu pada konflik besar yang meledak-ledak, melainkan pada hubungan sehari-hari antara tiga generasi perempuan yang saling menjaga, saling memahami, dan kadang saling melukai. Dari Tokyo, film ini membawa pulang cerita tentang keluarga Bandung yang ternyata juga bisa berbicara kepada penonton dunia.
Apa poin penting dari berita ini?
- Sigi Wimala memerankan Winnie, seorang ibu dari dua orang putri, dalam film Desember Jani karya sutradara Ariani Darmawan.
- Sigi mengaku peran itu tidak terlalu sulit karena ia merasa seperti menjadi diri sendiri, hanya saja dibayar untuk itu.
- Film ini mengangkat kisah keluarga berisi perempuan tiga generasi dengan latar belakang kota Bandung.
- Sigi beradu peran dengan Chempa Puteri dan Tutie Kirana, dengan kedekatan ibu dan anak yang menjadi sorotan diskusi film di Tokyo.
- Desember Jani, yang dikenal pula dengan judul Jani Be Good, masuk kompetisi Asian Future di Tokyo International Film Festival 2026.
- Tim film sebelumnya menghadiri karpet merah Tokyo, dan penayangan di Tokyo dinilai personal sekaligus universal.


