Menjelang musim permen Halloween pada Oktober 2026, rumor bahwa sejumlah merek cokelat populer diam-diam beralih ke cokelat hasil rekayasa laboratorium menyebar luas di media sosial. Pemeriksa fakta Snopes menelusuri klaim itu dan tidak menemukan bukti yang bisa diverifikasi, sehingga klaim tersebut dibiarkan tanpa peringkat, sementara sebagian besar perusahaan yang disebut justru membantahnya.
Rumor itu menuduh merek-merek besar menggelontorkan miliaran dolar ke perusahaan rintisan bioteknologi untuk mengganti kakao asli dengan cokelat berbasis sel, yang juga disebut cokelat kultur atau cokelat hasil kultur sel. Tujuannya, menurut para pengkritik teknologi itu, adalah menciptakan alternatif kakao yang lebih berkelanjutan secara lingkungan dan etis dibanding bertani biji kakao, bahan dasar cokelat dari pohon kakao.
Masalahnya, rumor itu berasal dari sumber-sumber yang tidak bisa diandalkan: perusahaan investasi yang memberi saran investasi cokelat hasil laboratorium, blog makanan holistik, dan blog gaya hidup alternatif. Salah satu blog itu bahkan mengklaim perubahan iklim adalah hoaks. Yang lebih penting, tidak satu pun dari sumber-sumber itu mencantumkan sumber data saat menyampaikan klaimnya, dan ketika Snopes meminta bukti kepada mereka, tidak ada yang memberikan.
Snopes kemudian menghubungi perusahaan-perusahaan yang disebut dalam rumor tersebut. Sebagian besar membantah memakai kakao hasil laboratorium dalam produk mereka saat ini. Satu perusahaan mengakui berinvestasi dalam penelitian kakao hasil laboratorium, tetapi menegaskan tidak menggunakannya secara aktif dalam produk. Satu perusahaan lain memiliki produk dengan alternatif kakao berbahan biji bunga matahari, yang berbeda dari cokelat kultur sel. Dua perusahaan belum menanggapi hingga artikel itu ditulis.
Hershey, salah satu nama yang paling sering disebut, membantah dengan tegas lewat juru bicaranya melalui surel. Perusahaan itu menyatakan tidak memiliki penelitian dan pengembangan aktif maupun rencana komersialisasi atas pengganti kakao seperti cokelat hasil laboratorium, baik saat ini maupun di masa depan.
Mengapa rumor seperti ini mudah dipercaya? Ia menggabungkan tiga unsur yang mudah memancing emosi: merek yang dikenal semua orang, teknologi yang terdengar asing, dan tuduhan perusahaan diam-diam menipu konsumen. Padahal, dalam pemeriksaan fakta, beban bukti ada pada pihak yang mengklaim. Tanpa dokumen, data, atau pernyataan perusahaan yang mendukung, klaim itu tetap sekadar rumor, betapapun seringnya dibagikan.
Untuk konsumen, pesannya sederhana: cokelat hasil kultur sel memang sedang diteliti sebagai teknologi masa depan, tetapi tidak ada bukti bahwa merek-merek populer sudah mengganti kakao asli dengan cokelat laboratorium di rak-rak toko saat ini.
Apa poin penting dari berita ini?
- Rumor bahwa merek cokelat populer diam-diam beralih ke cokelat hasil laboratorium menyebar menjelang musim Halloween pada Oktober 2026.
- Pemeriksa fakta Snopes tidak menemukan bukti yang bisa diverifikasi dan membiarkan klaim itu tanpa peringkat, karena sumber-sumber rumor tidak mencantumkan sumber data.
- Sebagian besar perusahaan yang disebut membantah memakai kakao hasil laboratorium, dan Hershey menegaskan tidak memiliki penelitian maupun rencana komersialisasi pengganti kakao.
- Cokelat berbasis sel memang sedang diteliti sebagai teknologi masa depan, tetapi tidak ada bukti merek populer sudah mengganti kakao asli di produk yang beredar saat ini.


