Friday, 30 October 2026
Nasional

Menteri PPPA Ajak Perusahaan Sediakan Daycare untuk Dukung Pekerja Perempuan

Menteri PPPA Arifah Fauzi saat berbicara kepada awak media

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Arifah Choiri Fauzi mendorong perusahaan untuk menyediakan fasilitas penitipan anak atau daycare bagi pekerja. Dorongan itu disampaikannya dalam Policy Dialogue on Employer-Supported Childcare yang diselenggarakan Indonesia Business Coalition for Women Empowerment (IBCWE), pada Kamis, 29 Oktober 2026, sebagai bagian dari peringatan International Day of Care and Support 2026.

Menurut Arifah, pengasuhan anak bukan hanya urusan keluarga, melainkan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan keluarga, masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha. Dukungan perusahaan terhadap pengasuhan anak dapat membantu perempuan menyeimbangkan tanggung jawab pekerjaan dan keluarga, sekaligus menciptakan lingkungan kerja yang inklusif dan mendorong produktivitas.

Dukungan perusahaan tersebut dapat diwujudkan dalam berbagai bentuk, antara lain penyediaan fasilitas penitipan anak yang berkualitas, kemitraan dengan penyedia layanan pengasuhan, serta pengaturan kerja yang lebih fleksibel dan sesuai dengan kebutuhan keluarga. Penerapannya perlu disesuaikan dengan kebutuhan pekerja dan kondisi masing-masing perusahaan, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan.

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO) sekaligus pendiri IBCWE, Shinta Widjaja Kamdani, menegaskan bahwa dukungan pengasuhan anak bukan hanya isu sosial, melainkan investasi strategis yang memberi manfaat bagi perusahaan. Ia mencontohkan sebuah perusahaan tekstil di Vietnam yang mencatat penurunan tingkat pergantian pekerja hingga sepertiga setelah membuka taman kanak-kanak di tempat kerja.

IBCWE sendiri telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan sejak 2024 melalui program Employer-Supported Childcare. Skema yang diterapkan mencakup pengaturan kerja fleksibel, cuti orang tua, dan penyusunan kebijakan perusahaan untuk membantu pekerja menyeimbangkan pekerjaan dan pengasuhan. Kolaborasi ini juga melibatkan asosiasi usaha, penyedia layanan pengasuhan, organisasi masyarakat sipil, peneliti, perwakilan pekerja, dan mitra pembangunan.

Di sisi pemerintah, peran yang dijalankan adalah memperkuat kebijakan dan koordinasi, sementara dunia usaha diharapkan menghadirkan inovasi serta menerapkan dukungan pengasuhan secara langsung di lingkungan kerja. Dengan dukungan yang terstruktur, perempuan pekerja tidak lagi harus memilih antara karier dan pengasuhan anak, dan perusahaan pun memperoleh pekerja yang lebih loyal, produktif, dan sejahtera.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Menteri PPPA Arifah Choiri Fauzi mendorong perusahaan menyediakan fasilitas penitipan anak atau daycare bagi pekerja.
  • Dorongan itu disampaikan dalam Policy Dialogue on Employer-Supported Childcare yang diselenggarakan IBCWE pada Kamis, 29 Oktober 2026, sebagai bagian dari peringatan International Day of Care and Support 2026.
  • Pengasuhan anak dinilai bukan hanya urusan keluarga, melainkan tanggung jawab bersama keluarga, masyarakat, pemerintah, dan dunia usaha.
  • Bentuk dukungan perusahaan meliputi fasilitas penitipan anak berkualitas, kemitraan dengan penyedia layanan pengasuhan, dan pengaturan kerja yang lebih fleksibel.
  • Ketua Umum APINDO sekaligus pendiri IBCWE, Shinta Widjaja Kamdani, menilai dukungan pengasuhan sebagai investasi strategis, dengan contoh perusahaan tekstil di Vietnam yang menurunkan pergantian pekerja hingga sepertiga setelah membuka taman kanak-kanak di tempat kerja.
  • IBCWE telah bekerja sama dengan sejumlah perusahaan sejak 2024 melalui program Employer-Supported Childcare, yang mencakup pengaturan kerja fleksibel, cuti orang tua, dan kebijakan perusahaan yang ramah keluarga.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *