Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong pengembangan pertanian dan agrowisata di Magetan, Jawa Timur. Dorongan tersebut ia sampaikan saat mengapresiasi inovasi petani melon di Magetan, dan kabar ini dilaporkan pada Sabtu, 31 Oktober 2026.
Dalam kesempatan itu, Ibas mengajak masyarakat untuk terus meningkatkan kesejahteraan melalui pengembangan potensi pertanian daerah. Magetan dikenal memiliki lahan pertanian yang subur dan petani yang ulet, dan buah melon menjadi salah satu komoditas yang kini menonjol dari daerah tersebut.
Kualitas melon Magetan bahkan disebut tidak kalah dari produk Jepang dan Korea Selatan. Penilaian ini penting, sebab Jepang dan Korea Selatan dikenal memiliki standar budidaya buah yang tinggi, dengan perhatian besar pada rasa, tampilan, dan kualitas hasil panen. Bila melon Magetan mampu bersaing pada level itu, peluang pasarnya menjadi semakin luas.
Pengembangan agrowisata menjadi langkah lanjutan yang didorong Ibas. Agrowisata memadukan kegiatan pertanian dengan pariwisata, di mana pengunjung tidak hanya membeli hasil panen, tetapi juga datang untuk melihat, belajar, dan merasakan langsung proses budidaya. Model ini memberi nilai tambah bagi petani, karena kebun tidak hanya menjadi tempat produksi, tetapi juga destinasi wisata.
Bagi Magetan, agrowisata berbasis melon memiliki daya tarik tersendiri. Wisatawan dapat menikmati suasana kebun, memetik buah langsung, dan membeli produk segar dari sumbernya. Pengalaman seperti ini semakin dicari wisatawan yang menginginkan perjalanan yang autentik dan dekat dengan kehidupan masyarakat lokal.
Dukungan terhadap kemandirian melon juga memiliki arti strategis. Kemandirian berarti petani tidak hanya bergantung pada pasokan dari luar, tetapi mampu mengembangkan varietas, teknik budidaya, dan pemasaran secara mandiri. Hal ini memperkuat posisi tawar petani dan menjaga keberlanjutan usaha tani dalam jangka panjang.
Tentu saja, pengembangan agrowisata dan kemandirian komoditas memerlukan dukungan berkelanjutan, mulai dari pendampingan teknis, akses permodalan, hingga promosi dan jaringan pemasaran. Peran pemerintah daerah, kelompok tani, dan pelaku usaha menjadi penting agar potensi ini tidak berhenti pada seremoni semata.
Dengan dukungan yang tepat, Magetan berpeluang menjadi contoh daerah yang berhasil mengangkat komoditas lokalnya menjadi kebanggaan sekaligus sumber kesejahteraan. Melon Magetan yang berkualitas, dipadukan dengan agrowisata yang dikelola baik, bisa menjadi cerita sukses pertanian daerah yang menginspirasi wilayah lain di Indonesia.
Apa poin penting dari berita ini?
- Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mendorong pengembangan pertanian dan agrowisata di Magetan.
- Ibas mengapresiasi inovasi petani melon di Magetan dan mengajak masyarakat meningkatkan kesejahteraan.
- Kualitas melon Magetan disebut tidak kalah dari produk Jepang dan Korea Selatan.
- Agrowisata memberi nilai tambah bagi petani karena kebun menjadi tempat produksi sekaligus destinasi wisata.
- Kemandirian melon memperkuat posisi petani dan keberlanjutan usaha tani Magetan.


