Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyoroti potensi besar karya sastra Indonesia untuk berkembang menjadi produk ekonomi kreatif yang menjangkau pasar global. Salah satu contoh yang ia sebut adalah serial Gadis Kretek, karya yang berawal dari novel dan berhasil menjelma menjadi serial yang ditonton penonton internasional.
Pernyataan itu disampaikan pada akhir Oktober 2026, di tengah upaya pemerintah mendorong karya-karya lokal agar tidak hanya berhenti di pasar dalam negeri. Menurut Teuku Riefky, karya sastra Indonesia menyimpan cerita yang kuat dan berakar pada budaya sendiri, modal yang sangat dibutuhkan untuk bersaing di industri hiburan global.
Gadis Kretek sendiri merupakan adaptasi dari novel berjudul sama karya Ratih Kumala yang terbit pada 2012. Novel tersebut kemudian diadaptasi menjadi serial orisinal Netflix Indonesia yang tayang pada 2 November 2023, disutradarai Kamila Andini dan Ifa Isfansyah, serta diproduksi BASE Entertainment bersama Fourcolours Films.
Serial lima episode itu dibintangi Dian Sastrowardoyo sebagai Dasiyah atau Jeng Yah, perempuan visioner yang dikenal sebagai peracik saus kretek, bersama Ario Bayu sebagai Soeraja, Putri Marino sebagai Arum, dan Arya Saloka sebagai Lebas. Ceritanya merentang dari era 1960-an hingga masa kini, mengikuti pencarian sosok peracik kretek legendaris demi menunaikan wasiat terakhir seorang pemilik pabrik rokok, lengkap dengan intrik industri kretek Indonesia.
Keberhasilan Gadis Kretek menembus penonton global menjadi bukti bahwa cerita Indonesia bisa diterima lintas negara ketika digarap dengan serius. Berdasarkan laporan Netflix dan buletin perfilman Prancis, serial ini bahkan menempati posisi kedua sebagai serial orisinal Netflix internasional paling disukai pada 2023, dengan skor audiens 8,3 dari penilaian pengguna IMDb.
Pesan yang dibawa Menteri Ekonomi Kreatif itu sejalan dengan arah pengembangan ekonomi kreatif nasional. Karya sastra tidak lagi dipandang sekadar buku di rak toko, melainkan bahan baku cerita yang bisa dikembangkan menjadi serial, film, dan berbagai produk turunan lain yang membuka lapangan kerja bagi banyak pelaku kreatif.
Proses dari novel menjadi serial juga menunjukkan pentingnya kolaborasi. Penulis novel, Ratih Kumala, ikut menulis naskah bersama Tanya Yuson dan penulis lainnya, sehingga ruh cerita aslinya tetap terjaga ketika berpindah medium dari halaman buku ke layar.
Bagi para penulis dan sineas muda Indonesia, kisah Gadis Kretek menjadi contoh nyata bahwa cerita lokal yang digali dengan riset mendalam bisa melangkah jauh. Dari kisah keluarga peracik kretek di Jawa, lahir sebuah serial yang memperkenalkan sejarah, budaya, dan emosi Indonesia kepada penonton dunia.
Dengan dorongan dari pemerintah dan ekosistem kreatif yang terus tumbuh, bukan tidak mungkin akan lahir lebih banyak karya Indonesia lain yang mengikuti jejak Gadis Kretek, dari rak buku menuju layar global.
Apa poin penting dari berita ini?
- Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyoroti potensi karya sastra Indonesia menjadi produk ekonomi kreatif yang menjangkau pasar global.
- Serial Gadis Kretek disebut sebagai contoh karya yang berawal dari novel dan berhasil ditonton penonton internasional.
- Gadis Kretek diadaptasi dari novel Ratih Kumala tahun 2012 menjadi serial Netflix yang tayang pada 2 November 2023.
- Serial ini disutradarai Kamila Andini dan Ifa Isfansyah, serta dibintangi Dian Sastrowardoyo, Ario Bayu, Putri Marino, dan Arya Saloka.
- Serial ini menempati posisi kedua sebagai serial orisinal Netflix internasional paling disukai pada 2023 dengan skor audiens 8,3.


