Saturday, 31 October 2026
Komedi

Dituding Masak Besar demi Konten, Bobon Santoso Balik Jawab soal Biaya Ratusan Juta dan Ribuan Porsi

Pria bermasker memasak dalam kuali besar di tengah udara berasap

Bobon Santoso akhirnya menjawab tudingan bahwa aksi masak besarnya di tengah penanganan kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah hanya demi konten. Kreator konten kuliner itu menegaskan bahwa kegiatannya jauh lebih besar dan lebih mahal daripada sekadar membuat video.

Bobon tiba di Palangka Raya pada 22 Oktober 2026, lalu memasak dalam jumlah besar di salah satu titik pemadaman kebakaran hutan dan lahan di Kalimantan Tengah. Ia memasak dengan kuali raksasa yang menjadi ciri khasnya, kemudian berkeliling membagikan makanan kepada petugas di lapangan yang sedang memadamkan api serta kepada warga terdampak.

Tudingan bahwa aksinya hanya demi konten muncul setelah kegiatannya tersebar luas di media sosial. Menanggapi hal itu, Bobon memberikan jawaban melalui akun Threads miliknya, yang dilihat pada Rabu, 28 Oktober 2026. Ia mempertanyakan logika tudingan tersebut dengan membandingkannya dengan biaya dan usaha yang benar-benar ia keluarkan di lapangan.

Menurut Bobon, jika tujuannya semata-mata membuat konten, ia tidak perlu datang dan memasak ribuan porsi selama berhari-hari. Biaya memasak selama berhari-hari saja sudah mencapai ratusan juta rupiah, belum lagi biaya operasional untuk memberangkatkan tim yang jumlahnya banyak, yang juga mencapai ratusan juta rupiah.

Ia menambahkan, cara yang jauh lebih hemat dan cepat untuk sekadar membuat konten adalah datang bersama dua orang kameramen, berkeliling, lalu berpura-pura ikut memadamkan api. Cara seperti itu, kata Bobon, justru lebih pantas disebut demi konten, karena tidak membutuhkan dapur besar, tim besar, dan waktu yang panjang.

Hasil masakan Bobon sendiri didistribusikan kepada warga terdampak, relawan, dan petugas di kawasan Palangka Raya, wilayah yang memiliki titik panas sangat banyak. Makanan itu bukan sekadar dibagikan di satu tempat, melainkan diantarkan ke lapangan tempat para petugas bekerja memadamkan api, sehingga mereka bisa makan di tengah tugas yang berat dan melelahkan.

Di tengah kegiatannya, Bobon juga menyampaikan doa untuk masyarakat Kalimantan Tengah yang sudah lebih dari empat bulan hidup dalam krisis udara yang buruk. Ia menuliskan ajakan untuk datang, melihat, dan bernapas bersama masyarakat di sana, serta harapan agar Indonesia segera pulih dari bencana tersebut.

Harapan itu sempat menemukan titik terang ketika hujan turun di sejumlah daerah. Bobon memperlihatkan momen ketika beberapa daerah di Kalimantan Tengah diguyur hujan, termasuk di Banjarbaru pada sore hari, 25 Oktober 2026 pukul 17.00 WITA. Hujan deras yang berlangsung lebih dari satu jam itu ia sebut sebagai hujan terbaik sejak tiga bulan terakhir wilayah tersebut dilanda kebakaran hutan dan lahan, dan ia berharap hujan semacam itu bisa merata dan berlanjut.

Perdebatan soal aksi sosial figur publik memang sering muncul di media sosial, terutama ketika sebuah kegiatan didokumentasikan dan diunggah. Namun, jawaban Bobon mengingatkan bahwa dokumentasi tidak selalu sama dengan motif. Selama makanan benar-benar sampai kepada warga dan petugas, dan biayanya jauh melampaui kebutuhan sebuah video singkat, publik setidaknya bisa menilai kegiatan itu dari dampaknya, bukan semata-mata dari kameranya.

Apa poin penting dari berita ini?

  • Bobon Santoso tiba di Palangka Raya pada 22 Oktober 2026 dan memasak besar di titik pemadaman kebakaran hutan dan lahan.
  • Ia dituding kegiatannya hanya demi konten, lalu menjawab tudingan itu lewat akun Threads-nya pada 28 Oktober 2026.
  • Bobon menyebut biaya masak berhari-hari dan operasional timnya masing-masing mencapai ratusan juta rupiah.
  • Menurutnya, jika hanya demi konten, ia cukup datang dengan dua kameramen, jauh lebih hemat dan cepat.
  • Hasil masakannya dibagikan kepada warga terdampak, relawan, dan petugas, dan ia menyambut hujan di Banjarbaru pada 25 Oktober 2026 sebagai kabar baik.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *