Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) telah menjangkau sekitar 105 juta orang hingga 4 Oktober 2026. Capaian itu menjadi salah satu penanda dua tahun pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, yang genap berusia dua tahun pada 20 Oktober 2026, di bidang kesehatan masyarakat.
CKG diluncurkan pada Februari 2025 sebagai program skrining medis gratis bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari balita hingga lanjut usia. Dengan mendatangi puskesmas terdekat, warga dapat mengetahui status kesehatannya serta mendeteksi potensi risiko penyakit sejak dini, seperti penyakit kardiovaskular, diabetes melitus, hingga tuberkulosis.
Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, hingga awal Oktober 2026 sebanyak 105.073.600 penduduk telah mengikuti CKG, atau sekitar 80,6 persen dari target 130.344.650 peserta sepanjang tahun ini. Layanan diberikan melalui puskesmas, kegiatan komunitas, dan sekolah, sehingga menjangkau masyarakat dari berbagai kelompok usia. Pemerintah sendiri menargetkan CKG dapat dimanfaatkan oleh 130 juta orang pada akhir tahun ini.
Angka peserta yang besar itu baru bermakna bila diikuti tindak lanjut. Karena itu, Kementerian Kesehatan juga menganalisis potensi risiko kesehatan peserta agar kebijakan pencegahan dapat dirumuskan secara lebih tepat. Dari pelaksanaan CKG, tiga gangguan kesehatan paling banyak ditemukan pada peserta, yakni dislipidemia atau gangguan kadar lemak dalam darah, hipertensi, dan diabetes.
Data pada Agustus 2026 memberi gambaran soal temuan tersebut. Pemeriksaan ulang terhadap 9,2 juta peserta menemukan sekitar satu juta kasus baru hipertensi. Sementara itu, pemeriksaan terhadap 8,3 juta peserta mengidentifikasi sekitar 188 ribu kasus baru diabetes. Temuan seperti ini penting karena hipertensi dan diabetes sering kali tidak menimbulkan keluhan pada tahap awal, padahal keduanya merupakan faktor risiko utama stroke dan penyakit kardiovaskular.
Pada kelompok anak sekolah, CKG telah menjangkau sekitar 15,2 juta siswa hingga Agustus 2026. Karies gigi menjadi salah satu masalah kesehatan yang banyak ditemukan, dialami sekitar 40,9 persen anak yang diperiksa. Temuan lainnya meliputi anemia, gangguan tekanan darah, dan obesitas. Data semacam ini menjadi dasar bagi sekolah dan orang tua untuk memperhatikan kesehatan anak sejak dini, bukan menunggu sampai muncul keluhan serius.
Pemerintah juga memperkuat kesinambungan layanan melalui pengobatan gratis selama 15 hari pertama bagi peserta yang terdeteksi memiliki masalah kesehatan. Skrining tanpa tindak lanjut hanya akan berhenti sebagai angka, sedangkan pengobatan awal memberi kesempatan bagi peserta untuk mengendalikan kondisinya sebelum berkembang menjadi penyakit yang lebih berat.
Manfaat tindak lanjut itu terlihat dari pemantauan peserta tahun sebelumnya. Dari 6,81 juta peserta CKG tahun lalu yang terdiagnosis mengalami tekanan darah tinggi, sebanyak 2,41 juta orang kembali mengikuti pemeriksaan pada tahun ini. Hasilnya, sebanyak 1,13 juta orang atau 46,9 persen di antaranya kini memiliki tekanan darah yang terkendali.
Gambaran serupa terlihat pada pemantauan gula darah. Dari 1,02 juta peserta CKG tahun lalu yang terdiagnosis diabetes melitus, sebanyak 340.117 peserta kembali melakukan pemeriksaan pada tahun ini. Dari jumlah itu, sebanyak 235.895 orang atau 69,4 persen berhasil mencatatkan kadar gula darah yang terkendali. Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono meyakini kombinasi skrining dan tata laksana terpadu seperti ini dapat membantu masyarakat mengendalikan faktor risiko sejak dini.
Ke depan, pemerintah menargetkan CKG menjadi langkah awal untuk mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035. Presiden Prabowo sebelumnya menegaskan bahwa CKG merupakan investasi jangka panjang untuk meningkatkan produktivitas masyarakat sekaligus menekan beban biaya kesehatan di masa mendatang. Dengan jangkauan yang sudah melampaui 105 juta orang, program ini kini menjadi program kesehatan dengan jangkauan terbesar sepanjang sejarah Indonesia, dan diharapkan memperkuat pelayanan kesehatan preventif menuju Indonesia Emas 2045.
Apa poin penting dari berita ini?
- Program Cek Kesehatan Gratis telah dimanfaatkan sekitar 105 juta orang hingga 4 Oktober 2026, atau sekitar 80,6 persen dari target 130.344.650 peserta sepanjang tahun ini.
- CKG diluncurkan pada Februari 2025 sebagai skrining medis gratis bagi seluruh lapisan masyarakat, mulai dari balita hingga lanjut usia, melalui puskesmas, kegiatan komunitas, dan sekolah.
- Tiga gangguan kesehatan paling banyak ditemukan pada peserta adalah dislipidemia, hipertensi, dan diabetes.
- Data Agustus 2026 mencatat sekitar satu juta kasus baru hipertensi dari pemeriksaan ulang 9,2 juta peserta, serta sekitar 188 ribu kasus baru diabetes dari 8,3 juta peserta.
- Pemerintah memperkuat tindak lanjut melalui pengobatan gratis selama 15 hari pertama, dan pemantauan menunjukkan 46,9 persen peserta hipertensi serta 69,4 persen peserta diabetes yang kembali diperiksa kini terkendali.
- CKG ditargetkan menjadi langkah awal untuk mencegah satu dari empat kasus stroke dan penyakit kardiovaskular pada 2035.


