Aktor Ari Irham mengungkapkan tantangan terberat yang dihadapinya saat membintangi film horor Hajatan Setan. Untuk pertama kalinya di layar lebar, aktor berusia 20-an tahun itu harus menjalani adegan kesurupan, sebuah pengalaman yang menurutnya menguras tenaga, fisik, dan mental. Pengakuan itu disampaikannya saat ditemui di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, pada Selasa, 27 Oktober 2026, bersamaan dengan perilisan trailer dan poster resmi film tersebut.
Dalam film garapan Bambang Drias dan Eko Kristanto itu, Ari memerankan Gaung, putra Santoso, kepala desa yang diperankan Indra Birowo. Gaung digambarkan sebagai remaja yang semula sehat, namun tiba-tiba diserang rasa sakit misterius. Kondisinya terus melemah selama bertahun-tahun, hingga membuatnya rentan dirasuki entitas gaib. Dari situlah teror dalam film ini bermula, dan dari situlah pula tantangan terbesar Ari sebagai pemeran datang.
Adegan kesurupan bukan sekadar soal berteriak atau bergerak liar di depan kamera. Ari harus menjalani proses tata rias khusus yang memakan waktu hingga tiga jam untuk menampilkan sosok Gaung yang dirasuki. Setelah itu, ia masih harus mengulang adegan yang sama berkali-kali, dengan tenaga yang terus terkuras di setiap pengambilan gambar. Kombinasi riasan tebal, gerakan fisik yang intens, dan emosi yang harus dijaga konsistensinya membuat adegan tersebut menjadi pekerjaan yang berat, bahkan bagi aktor yang sudah terbiasa dengan jadwal syuting padat.
Hajatan Setan sendiri mengangkat misteri ritual turun-temurun di sebuah kampung terisolasi yang menyimpan rahasia kelam antarkeluarga. Cerita berpusat pada Dara, yang diperankan Alika Jantinia, yang berusaha memahami berbagai kejanggalan di lingkungan tempat tinggalnya. Di tengah teror yang menyelimuti kampung, film ini juga menghadirkan sisi emosional lewat hubungan Dara dengan Gaung, kawan masa kecilnya. Kedekatan keduanya menyimpan perasaan yang tidak sederhana, dan ketika harapan untuk saling mendekat berhadapan dengan ancaman serta rahasia masa lalu, hubungan mereka ikut teruji.
Film produksi MBK Productions dan Drias Film Production ini memadukan ritual misterius, kutukan keluarga, serta rahasia masa lalu yang mengikat kehidupan sejumlah tokohnya. Selain Ari Irham dan Alika Jantinia, film ini turut dibintangi Indra Birowo, Karina Suwandi, Gisellma Firmansyah, Luna Maya, Asri Welas, Bima Zeno, Sita Permata Sari, Tanta Ginting, Abigail Gabriela, Masayu Anastasia, dan Hassan Sule. Skenarionya ditulis oleh Andhy Pulung, BW Purba Negara, dan Vidya T. Ariestya.
Pengalaman Ari ini menggambarkan satu sisi dari film horor Indonesia yang jarang dibicarakan penonton: beban fisik di balik adegan yang terlihat singkat di layar. Adegan kesurupan yang mungkin hanya berdurasi beberapa menit di bioskop bisa menuntut persiapan berjam-jam dan pengulangan yang melelahkan. Bagi aktor muda seperti Ari, peran Gaung menjadi ujian sekaligus pembuktian, bahwa ia mampu menangani materi yang menuntut lebih dari sekadar menghafal dialog.
Hajatan Setan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 Desember 2026. Tak hanya menyasar pasar domestik, film ini juga direncanakan tayang di sejumlah negara Asia Tenggara, termasuk Malaysia, Singapura, Vietnam, Laos, Kamboja, dan Myanmar. Dengan jangkauan itu, pengalaman Ari menjalani adegan kesurupan pertamanya bukan hanya menjadi cerita di balik layar, melainkan juga bagian dari perjalanan film horor Indonesia yang mencoba menembus penonton yang lebih luas.
Apa poin penting dari berita ini?
- Aktor Ari Irham mengungkapkan tantangan terberatnya saat membintangi film horor Hajatan Setan.
- Untuk pertama kalinya di layar lebar, Ari harus menjalani adegan kesurupan yang menguras tenaga, fisik, dan mental.
- Dalam film itu, Ari memerankan Gaung, putra kepala desa yang rentan dirasuki entitas gaib.
- Ari harus menjalani proses tata rias khusus hingga tiga jam untuk menampilkan sosok Gaung yang dirasuki.
- Hajatan Setan dijadwalkan tayang di bioskop Indonesia mulai 3 Desember 2026.


