Akademisi Universitas Gadjah Mada (UGM) Dedy Permadi merekomendasikan pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung layanan puskesmas. Rekomendasi tersebut mengemuka dalam kerja sama Indonesia-Korea, dan diberitakan pada Sabtu, 31 Oktober 2026, di tengah upaya memperkuat layanan kesehatan primer di Indonesia.
Puskesmas merupakan garda terdepan layanan kesehatan masyarakat. Fasilitas ini menjadi tempat pertama yang didatangi warga untuk pemeriksaan kesehatan, pengobatan dasar, imunisasi, hingga penyuluhan kesehatan. Karena itu, setiap gagasan untuk memperkuat puskesmas selalu relevan dengan kebutuhan masyarakat luas.
Dalam rekomendasi tersebut, AI dipandang sebagai teknologi yang dapat membantu kerja tenaga kesehatan, bukan menggantikan peran mereka. Teknologi dapat membantu mengolah data, mempercepat proses administrasi, dan mendukung tenaga kesehatan dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi yang lebih lengkap.
Secara umum, pemanfaatan AI di layanan kesehatan primer dapat mencakup berbagai hal, seperti membantu pencatatan rekam medis, mengingatkan jadwal pemeriksaan, serta mendukung pemantauan kondisi pasien secara lebih sistematis. Pemanfaatan semacam ini dapat menghemat waktu tenaga kesehatan sehingga mereka dapat lebih fokus pada pelayanan langsung kepada pasien.
Kerja sama Indonesia-Korea menjadi latar penting dari rekomendasi ini. Kerja sama antarnegara di bidang teknologi dan kesehatan memungkinkan terjadinya pertukaran pengetahuan, pengalaman, dan praktik baik yang dapat disesuaikan dengan kondisi Indonesia, termasuk karakteristik wilayah dan kebutuhan puskesmas di daerah.
Meski demikian, pemanfaatan AI di layanan kesehatan juga perlu diiringi kehati-hatian. Keamanan data pasien, akurasi sistem, serta tetap adanya pengawasan tenaga kesehatan profesional menjadi syarat penting agar teknologi benar-benar membantu dan tidak menimbulkan risiko baru bagi pasien.
Ke depan, rekomendasi ini membuka ruang diskusi lebih lanjut mengenai bentuk pemanfaatan AI yang paling sesuai untuk puskesmas. Uji coba yang terukur, pelatihan bagi tenaga kesehatan, serta penyesuaian dengan kondisi lapangan akan menentukan apakah teknologi ini dapat diterapkan secara luas dan berkelanjutan.
Tantangan lain yang perlu diperhatikan adalah pemerataan infrastruktur dan kesiapan sumber daya manusia. Tidak semua puskesmas memiliki kondisi yang sama, baik dari sisi jaringan, perangkat, maupun keterampilan tenaga kesehatan dalam menggunakan teknologi baru. Karena itu, penerapan AI perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing daerah agar manfaatnya tidak hanya dirasakan di wilayah perkotaan.
Apa poin penting dari berita ini?
- Akademisi UGM Dedy Permadi merekomendasikan pemanfaatan AI untuk mendukung layanan puskesmas.
- Rekomendasi tersebut mengemuka dalam kerja sama Indonesia-Korea.
- Puskesmas merupakan garda terdepan layanan kesehatan masyarakat.
- AI dipandang membantu kerja tenaga kesehatan, bukan menggantikan peran mereka.
- Pemanfaatan AI perlu diiringi keamanan data pasien dan pengawasan tenaga kesehatan profesional.


