Relawan ASEZ, Tim Kerja Bakti Mahasiswa dari Gereja Tuhan Asosiasi Misi Dunia, mengecat ulang perpustakaan SD Negeri Curug Sangereng, Tangerang, Banten, pada 21 Oktober 2026. Kegiatan tersebut dilakukan untuk menciptakan ruang baca yang lebih bersih, cerah, dan nyaman bagi siswa.
Kegiatan itu melibatkan anggota ASEZ dan keluarga mereka. Para relawan dibagi menjadi dua kelompok untuk mengecat bagian dalam dan luar perpustakaan menggunakan warna-warna cerah dan hangat. Pilihan warna ini bukan sekadar soal tampilan: ruang baca yang terang dan bersih diharapkan membuat anak lebih betah duduk, membuka buku, dan menghabiskan waktu untuk membaca.
Perwakilan ASEZ mengatakan, kegiatan tersebut bertujuan mendukung terciptanya lingkungan belajar yang nyaman sehingga siswa dapat mengembangkan minat baca dan meraih cita-cita. Ia menyampaikan harapan agar anak-anak dapat belajar dengan nyaman dan meraih impian mereka di lingkungan yang bersih dan cerah, serta menegaskan bahwa organisasinya akan terus bekerja sama dengan masyarakat setempat untuk melaksanakan berbagai kegiatan yang bermanfaat.
Kepala SDN Curug Sangereng, Ahyani, yang turut mengikuti kegiatan tersebut, mengapresiasi kepedulian para relawan. Menurut dia, melalui kerja keras dan ketulusan para relawan yang telah mengecat perpustakaan, ruang baca bagi para siswa kini menjadi jauh lebih nyaman. Ia menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perubahan yang dirasakan langsung oleh siswa dalam kegiatan belajar sehari-hari.
Salah satu anggota ASEZ, Kim Si-yeon, mengatakan dirinya senang dapat terlibat langsung dalam kegiatan sosial tersebut. Meskipun lelah, ia mengaku bangga melihat perpustakaan yang sekarang sudah bersih. Ia berharap perubahan tampilan perpustakaan dapat mendorong siswa lebih bersemangat membaca, dan menyebut pengalaman itu sebagai pengalaman paling berkesan selama kuliah.
Kegiatan di Tangerang tersebut merupakan bagian dari program sosial ASEZ di sejumlah daerah di Indonesia. Di Medan, Sumatra Utara, anggota organisasi itu sebelumnya mengadakan layanan pangkas rambut dan membagikan paket kebutuhan sehari-hari kepada anak-anak di panti asuhan. ASEZ juga menggelar kegiatan bersih-bersih di Universitas Negeri Medan untuk meningkatkan kesadaran mahasiswa dan masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan.
Di tingkat internasional, ASEZ menjalankan berbagai program yang mencakup pelestarian lingkungan, pencegahan kejahatan, pengabdian masyarakat, dan pemulihan pascabencana. Kegiatan tersebut dilaksanakan di sejumlah negara, termasuk Amerika Serikat, Inggris, Australia, dan Korea Selatan. Organisasi itu juga menyebut telah menerima sejumlah penghargaan atas kegiatan kemanusiaan dan lingkungan, antara lain Penghargaan Pelayanan Sukarela Presiden Amerika Serikat kategori Emas serta penghargaan dari lembaga internasional dan pemerintah sejumlah negara.
ASEZ merupakan organisasi mahasiswa yang bernaung di bawah Gereja Tuhan Asosiasi Misi Dunia. Melalui berbagai program sosial, organisasi tersebut mendorong keterlibatan generasi muda dalam membantu masyarakat dan menjaga lingkungan. Pengecatan perpustakaan SDN Curug Sangereng menjadi salah satu bentuk kegiatan yang menyasar fasilitas pendidikan dan melibatkan relawan untuk mendukung terciptanya lingkungan belajar yang lebih baik, dimulai dari hal yang tampak sederhana: dinding yang bersih, warna yang cerah, dan ruang baca yang mengundang anak untuk kembali datang.
Apa poin penting dari berita ini?
- Relawan ASEZ mengecat ulang perpustakaan SDN Curug Sangereng, Tangerang, Banten, pada 21 Oktober 2026 agar ruang baca lebih bersih, cerah, dan nyaman bagi siswa.
- Relawan dibagi dua kelompok untuk mengecat bagian dalam dan luar perpustakaan dengan warna-warna cerah dan hangat.
- Kepala SDN Curug Sangereng, Ahyani, mengapresiasi para relawan karena ruang baca kini jauh lebih nyaman digunakan siswa untuk membaca dan belajar.
- Anggota ASEZ, Kim Si-yeon, berharap perpustakaan yang sudah bersih membuat anak-anak membaca dengan gembira dan mengejar impian mereka.
- Kegiatan ini bagian dari program sosial ASEZ di Indonesia dan internasional, termasuk layanan sosial di Medan, bersih-bersih di Universitas Negeri Medan, serta program lingkungan dan pascabencana di sejumlah negara.


