Sekretaris Jenderal DPP PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto hadir mewakili Ketua Umum partainya, Megawati Soekarnoputri, dalam Kongres X Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026. Dalam pidatonya, Hasto menyampaikan tiga pesan Megawati kepada para kader pemuda yang hadir.
Tiga pesan itu adalah salam hangat untuk seluruh keluarga besar GPM; ajakan agar kader terus mempelajari pemikiran Proklamator Soekarno tentang marhaenisme; dan pengingat agar pengurus hasil kongres tidak lupa berziarah ke tempat Bapak Marhaen. Hasto juga menyebut GPM yang berdiri sejak 1947 kini memiliki 22 dewan pimpinan daerah dan 78 dewan pimpinan cabang di seluruh Indonesia, dengan target melengkapi menjadi 35 dewan pimpinan daerah.
Kongres X GPM menjadi forum penting bagi organisasi kepemudaan berhaluan Marhaenis ini. Kongres adalah ruang tertinggi pengambilan keputusan organisasi, tempat arah perjuangan, program kerja, dan kepemimpinan dibahas sekaligus ditetapkan untuk periode berikutnya.
Mengapa kongres ini digelar bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda? Tanggal 28 Oktober adalah momentum bersejarah bagi gerakan pemuda Indonesia, ketika ikrar satu tanah air, satu bangsa, dan satu bahasa persatuan diucapkan pada 1928. Bagi organisasi pemuda, momentum itu menjadi pengingat bahwa peran pemuda selalu berada di garis depan perubahan bangsa.
Kehadiran Hasto mewakili Megawati memberi bobot tersendiri bagi kongres ini. Sebagai sekretaris jenderal partai, Hasto menyampaikan pesan ketua umum secara langsung kepada kader, sehingga arahan tersebut dapat diserap dan dijalankan oleh jajaran organisasi hingga ke daerah.
Bagaimana pesan-pesan itu diterjemahkan dalam kerja organisasi? Dalam tradisi gerakan kepemudaan, arahan pimpinan menjadi pedoman bagi kader untuk menyusun langkah nyata, mulai dari penguatan kaderisasi, kerja-kerja kerakyatan, hingga menjaga konsistensi ideologi di tengah dinamika politik yang terus berubah.
GPM sendiri berakar pada pemikiran Marhaenisme yang digagas Bung Karno, yang menempatkan rakyat kecil sebagai pusat perjuangan. Nilai-nilai itu menuntut kader untuk dekat dengan persoalan rakyat, bukan sekadar aktif dalam forum dan seremoni organisasi.
Kongres juga menjadi ajang konsolidasi internal. Di tengah tantangan zaman, organisasi kepemudaan dituntut mampu meregenerasi kader, merawat soliditas, dan tetap relevan bagi generasi muda yang hidup dalam lanskap sosial dan digital yang sangat berbeda dari masa lalu.
Dengan tiga pesan Megawati yang disampaikan Hasto, Kongres X GPM diharapkan menghasilkan kader yang tidak hanya memahami ideologi, tetapi juga mampu menggerakkannya dalam kerja nyata di tengah masyarakat.
Apa poin penting dari berita ini?
- Hasto Kristiyanto hadir mewakili Megawati Soekarnoputri dalam Kongres X Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) di Jakarta, Rabu, 28 Oktober 2026.
- Dalam pidatonya, Hasto menyampaikan tiga pesan Megawati kepada para kader pemuda.
- Tiga pesan itu berisi salam untuk keluarga besar GPM, ajakan mempelajari pemikiran Bung Karno tentang marhaenisme, dan pengingat berziarah ke tempat Bapak Marhaen.
- Kongres X GPM menjadi forum pengambilan keputusan tertinggi organisasi kepemudaan berhaluan Marhaenis itu.
- Kongres digelar bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, momentum bersejarah gerakan pemuda Indonesia.
- Kongres diharapkan menghasilkan kader yang memahami ideologi dan mampu menggerakkannya dalam kerja nyata di masyarakat.


