Bupati Aceh Tenggara, HM Salim Fakhry, meminta masyarakat selektif dalam menentukan pilihan pada pemilihan kepala desa (Pilkades). Ia mengajak warga tidak memilih calon kepala desa yang gemar berjudi daring dan menyalahgunakan narkoba, karena rekam jejak calon akan menentukan kualitas pemerintahan desa selama bertahun-tahun.
Pilkades adalah ajang warga desa memilih pemimpinnya sendiri. Kepala desa yang terpilih memimpin pemerintahan desa, mengelola dana desa, mengurus pelayanan warga, dan menggerakkan pembangunan di kampungnya. Karena itu, pilihan warga dalam bilik suara bukan sekadar urusan sesaat, melainkan keputusan yang dampaknya dirasakan seluruh kampung.
Ajakan selektif ini disampaikan menjelang Pilkades serentak di Kabupaten Aceh Tenggara yang dijadwalkan berlangsung pada November 2026. Sebanyak 116 kute direncanakan mengikuti Pilkades serentak tersebut, sehingga hampir seluruh wilayah kabupaten akan menentukan pemimpin desanya dalam waktu yang berdekatan.
Mengapa rekam jejak calon perlu diperhatikan? Seorang kepala desa memegang kewenangan atas anggaran dan aset desa serta menjadi penentu arah pembangunan kampung. Calon yang terjerat kebiasaan berjudi daring berisiko mengabaikan tanggung jawabnya dan menyeret keuangan pribadi maupun warganya ke dalam persoalan. Sementara itu, penyalahgunaan narkoba merusak kesehatan, meruntuhkan kepercayaan warga, dan membuka pintu bagi persoalan hukum yang dapat melumpuhkan pemerintahan desa.
Bagaimana warga dapat bersikap selektif? Warga dapat mengenali calon dari kiprahnya sehari-hari: apakah ia hadir dalam kegiatan kampung, jujur dalam urusan uang, dan peduli pada tetangganya. Warga juga dapat bertanya tentang rencana kerja calon, bukan hanya janji manisnya, serta mengajak keluarga dan tetangga berdiskusi sebelum hari pemungutan suara. Pilihan yang diambil dengan tenang dan berdasarkan pengamatan jauh lebih kuat daripada pilihan karena iming-iming sesaat.
Pilkades yang bersih juga membutuhkan peran panitia dan pemerintah desa. Tahapan pendaftaran, kampanye, hingga pemungutan suara perlu berjalan terbuka agar setiap calon diperlakukan adil dan warga merasa aman menyampaikan pilihannya. Ketika prosesnya dipercaya, siapa pun yang terpilih akan lebih mudah diterima dan didukung warganya.
Pada akhirnya, pesan Bupati Aceh Tenggara itu sederhana: desa yang baik dimulai dari pemimpin yang baik. Warga yang memilih dengan cermat sedang menjaga masa depan kampungnya sendiri, mulai dari pelayanan yang tertib, pembangunan yang tepat sasaran, hingga lingkungan yang bebas dari pengaruh judi dan narkoba.
Apa poin penting dari berita ini?
- Bupati Aceh Tenggara HM Salim Fakhry meminta warga selektif memilih calon kepala desa.
- Warga diajak tidak memilih calon yang gemar berjudi daring dan menyalahgunakan narkoba.
- Pilkades serentak di Aceh Tenggara dijadwalkan pada November 2026 dengan 116 kute peserta.
- Kepala desa mengelola dana desa, pelayanan warga, dan pembangunan kampung.
- Warga dapat bersikap selektif dengan mengenali kiprah dan rencana kerja calon sebelum memilih.


