Tiga bencana sekaligus melanda Kabupaten Gayo Lues, Aceh, akibat cuaca ekstrem pada Rabu, 28 Oktober 2026. Banjir bandang dan banjir luapan merendam dua desa, sementara angin puting beliung menerjang satu desa lainnya, sehingga total 130 kepala keluarga (KK) terdampak banjir. Laporan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Gayo Lues yang dicatat pada pukul 22.17 WIB malam itu juga mencatat kerusakan tanggul dan atap rumah sakit umum daerah.
Kepala Pelaksana BPBD Gayo Lues, Muhaimini, menjelaskan bahwa ketiga kejadian tersebut berlangsung hampir bersamaan. Pemicunya adalah cuaca ekstrem berupa petir dengan kelembapan udara mencapai 95 persen. Kondisi itu membuat debit air sungai meluap dengan cepat dan angin kencang muncul mendadak di beberapa titik.
Kejadian paling parah adalah banjir bandang di Desa Badak, Kecamatan Dabun Gelang. Tanggul di kawasan itu jebol dan rusak parah, sehingga limpasan air berdebit tinggi meluas dengan cepat ke permukiman. Ketinggian air mencapai sepinggang orang dewasa dan berdampak pada 75 KK. Di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren, banjir juga meluap hingga ke permukiman dengan ketinggian selutut orang dewasa dan berdampak pada 55 KK.
Mengapa dampaknya begitu luas? Karena tanggul yang jebol membuat air tidak lagi tertahan di alur sungai, melainkan langsung menerjang rumah-rumah warga. Hujan lebat yang turun bersamaan juga membuat genangan sulit surut dalam waktu singkat. Di Desa Sangir, Kecamatan Dabun Gelang, hujan lebat yang sama memicu pusaran angin kencang mendadak. Puting beliung itu merusak beberapa rumah warga dan merusak atap Rumah Sakit Umum (RSU) Muhammad Ali Kasim.
Bagaimana penanganannya? BPBD bersama tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, TNI, dan Polri bergerak cepat mengevakuasi warga ke titik yang lebih aman. Personel Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) dan TRC disiagakan selama 24 jam untuk memantau perkembangan di lapangan. Penanganan lanjutan dilakukan dengan mendirikan tenda pengungsian dan menyalurkan bantuan sembako kepada warga terdampak.
Peristiwa di Gayo Lues ini menjadi pengingat bahwa cuaca ekstrem dapat menimbulkan lebih dari satu jenis bencana dalam satu waktu yang sama. Banjir, luapan sungai, dan angin kencang yang datang berurutan menuntut kesiapsiagaan warga dan aparat, terutama di wilayah yang dilalui sungai dan rawan angin kencang.
Hingga laporan BPBD itu dicatat pada Rabu malam, petugas masih bersiaga dan penyaluran bantuan terus dilakukan. Warga diimbau tetap waspada terhadap kemungkinan hujan susulan dan segera melapor kepada aparat setempat bila debit air kembali naik atau angin kencang kembali terjadi di lingkungannya.
Apa poin penting dari berita ini?
- Tiga bencana sekaligus melanda Gayo Lues pada 28 Oktober 2026 akibat cuaca ekstrem dengan kelembapan 95 persen.
- Banjir bandang di Desa Badak berdampak pada 75 KK setelah tanggul jebol, dan banjir di Desa Agusen berdampak pada 55 KK.
- Puting beliung di Desa Sangir merusak rumah warga dan atap RSU Muhammad Ali Kasim.
- BPBD bersama TNI dan Polri mengevakuasi warga, mendirikan tenda, dan menyalurkan sembako, dengan petugas siaga 24 jam.


