Wednesday, 28 October 2026
Kesehatan

Peneliti Oxford Temukan 12 Protein Darah Terkait Risiko Kanker Prostat 15 Tahun Lebih Awal

Ilustrasi penelitian kanker prostat

Para ilmuwan Universitas Oxford, Inggris, menemukan sejumlah protein dalam darah yang berkaitan dengan risiko seseorang terkena kanker prostat lebih dari 15 tahun sebelum penyakit itu didiagnosis. Temuan ini dipublikasikan di jurnal European Urology pada 22 Oktober 2026 dan disampaikan melalui pernyataan Oxford pada hari yang sama.

Penelitian yang dipimpin Oxford Population Health ini menggunakan data European Prospective Investigation into Cancer and Nutrition (EPIC) serta analisis proteomik berkapasitas tinggi terhadap sampel plasma darah. Para peneliti mengukur lebih dari 6.000 jenis protein, lalu membandingkan 982 pria yang kemudian didiagnosis kanker prostat dengan kelompok acak berisi 1.573 pria. Sebanyak 79 pria tercatat berada di kedua kelompok, dan 290 dari 982 kasus tergolong agresif. Median masa tindak lanjut penelitian mencapai sekitar 16,5 tahun.

Hasilnya, 12 protein dikaitkan dengan kanker prostat yang didiagnosis lebih dari 15 tahun setelah pengambilan sampel darah, sementara 7 protein lainnya dikaitkan dengan risiko kanker agresif. Salah satu temuan yang menarik adalah protein granzyme K (GZMK) yang lebih tinggi justru dikaitkan dengan risiko lebih rendah untuk kanker yang didiagnosis lebih dari 15 tahun kemudian, dengan pola serupa pada protein ANXA2.

Para peneliti menegaskan temuan ini tidak berarti diagnosis yang akurat dapat dilakukan 15 tahun lebih awal, tidak membuktikan tumor sudah ada sejak saat itu, dan tidak membuktikan bahwa meningkatkan protein-protein tersebut dapat mencegah kanker. Temuan ini lebih tepat dipahami sebagai petunjuk biologis awal tentang bagaimana risiko kanker prostat terbentuk dalam jangka waktu yang sangat panjang.

Kanker prostat merupakan salah satu kanker yang paling umum pada pria, dan deteksi dini menjadi kunci penanganan. Jika temuan semacam ini terus divalidasi dalam penelitian lanjutan, suatu hari pemeriksaan protein darah berpotensi membantu dokter mengenali kelompok pria yang memerlukan pemantauan lebih ketat jauh sebelum gejala muncul. Namun, para peneliti menekankan masih diperlukan penelitian lebih lanjut sebelum temuan ini dapat diterjemahkan menjadi alat skrining klinis.

Apakah temuan 12 protein darah dapat mendiagnosis kanker prostat 15 tahun lebih awal?
Belum. Penelitian Oxford menemukan hubungan statistik sejumlah protein dengan risiko kanker prostat di masa depan, bukan tes diagnosis yang sudah terbukti akurat untuk penggunaan klinis.
Apakah perubahan kadar protein tersebut terbukti dapat mencegah kanker prostat?
Tidak. Penelitian ini bersifat pengamatan hubungan biologis, sehingga tidak membuktikan bahwa mengubah kadar protein tertentu dapat mencegah kanker. Diperlukan penelitian lanjutan.

Apa poin penting dari berita ini?

Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:

  • Para ilmuwan Universitas Oxford, Inggris, menemukan sejumlah protein dalam darah yang berkaitan dengan risiko seseorang terkena kanker prostat lebih dari 15 tahun sebelum penyakit itu didiagnosis.
  • Para peneliti mengukur lebih dari 6.000 jenis protein, lalu membandingkan 982 pria yang kemudian didiagnosis kanker prostat dengan kelompok acak berisi 1.573 pria.
  • Hasilnya, 12 protein dikaitkan dengan kanker prostat yang didiagnosis lebih dari 15 tahun setelah pengambilan sampel darah, sementara 7 protein lainnya dikaitkan dengan risiko kanker agresif.
  • Temuan ini lebih tepat dipahami sebagai petunjuk biologis awal tentang bagaimana risiko kanker prostat terbentuk dalam jangka waktu yang sangat panjang.
  • Namun, para peneliti menekankan masih diperlukan penelitian lebih lanjut sebelum temuan ini dapat diterjemahkan menjadi alat skrining klinis.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *