Wednesday, 28 October 2026
Ekonomi

Lelang SUN 27 Oktober Serap Rp20,65 Triliun dari Penawaran Rp31,09 Triliun

Lelang SUN 27 Oktober Serap Rp20,65 Triliun dari Penawaran Rp31,09 Triliun

Pemerintah menyerap Rp20,65 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada 27 Oktober 2026. Total penawaran yang masuk dari peserta lelang mencapai Rp31,09 triliun, sehingga serapan itu setara sekitar dua pertiga dari seluruh penawaran.

Lelang tersebut dilaksanakan Menteri Keuangan melalui Direktorat Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2002 tentang Surat Utang Negara. SUN merupakan instrumen pembiayaan negara yang diterbitkan untuk menutup kebutuhan anggaran sekaligus mengembangkan pasar keuangan domestik.

Dari seri Surat Perbendaharaan Negara (SPN), seri baru SPN01261128 terserap Rp1 triliun dari penawaran Rp2,12 triliun dengan imbal hasil 6,23 persen dan jatuh tempo 28 November 2026. Sementara seri baru SPN03270127 tidak diserap sama sekali meski penawarannya mencapai Rp3,61 triliun.

Seri SPN12271014 menjadi salah satu yang paling diminati dengan serapan Rp6,35 triliun dari penawaran Rp6,86 triliun, imbal hasil 6,65797 persen, dan jatuh tempo 14 Oktober 2027. Tingginya penawaran pada seri ini menunjukkan minat pasar yang kuat pada tenor pendek.

Untuk seri fixed rate, FR0110 terserap Rp6,75 triliun dengan imbal hasil 7,37990 persen dan jatuh tempo 15 Mei 2032, sedangkan FR0111 terserap Rp5,1 triliun dengan imbal hasil 7,54971 persen dan jatuh tempo 15 Maret 2037. Seri bertenor lebih panjang, yakni FR0112, FR0107, FR0102, dan FR0105, masing-masing terserap Rp550 miliar, Rp250 miliar, Rp300 miliar, dan Rp350 miliar.

Hasil lelang ini menjadi salah satu indikator kondisi pasar surat utang pemerintah pada pekan tersebut. Tingkat imbal hasil yang terbentuk mencerminkan penilaian pasar terhadap kondisi ekonomi dan kebutuhan pembiayaan negara pada periode berjalan.

Berapa hasil lelang Surat Utang Negara pada 27 Oktober 2026?
Pemerintah menyerap Rp20,65 triliun dari penawaran yang masuk sebesar Rp31,09 triliun pada lelang sembilan seri Surat Utang Negara tanggal 27 Oktober 2026. Nilai serapan itu sekitar dua pertiga dari total penawaran. Tidak semua seri yang ditawarkan diserap oleh pemerintah.
Seri SUN mana yang mencatat serapan terbesar dalam lelang tersebut?
Menurut rincian dalam artikel, seri FR0110 mencatat serapan Rp6,75 triliun, disusul SPN12271014 sebesar Rp6,35 triliun dan FR0111 sebesar Rp5,1 triliun. Seri SPN03270127 tidak diserap meskipun menerima penawaran Rp3,61 triliun. Perbedaan serapan menunjukkan hasil lelang bervariasi menurut seri dan tenor.

Apa poin penting dari berita ini?

Ringkasan singkat dari isi artikel di atas:

  • Pemerintah menyerap Rp20,65 triliun dari lelang sembilan seri Surat Utang Negara (SUN) yang digelar pada 27 Oktober 2026.
  • SUN merupakan instrumen pembiayaan negara yang diterbitkan untuk menutup kebutuhan anggaran sekaligus mengembangkan pasar keuangan domestik.
  • Seri SPN12271014 menjadi salah satu yang paling diminati dengan serapan Rp6,35 triliun dari penawaran Rp6,86 triliun, imbal hasil 6,65797 persen, dan jatuh tempo 14 Oktober 2027.
  • Untuk seri fixed rate, FR0110 terserap Rp6,75 triliun dengan imbal hasil 7,37990 persen dan jatuh tempo 15 Mei 2032, sedangkan FR0111 terserap Rp5,1 triliun dengan imbal hasil 7,54971 persen dan jatuh tempo 15 Maret 2037.
  • Tingkat imbal hasil yang terbentuk mencerminkan penilaian pasar terhadap kondisi ekonomi dan kebutuhan pembiayaan negara pada periode berjalan.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *