Wednesday, 28 October 2026
Ekonomi

Mentan Amran: Harga Telur Mulai Turun Usai Penindakan Anomali Distribusi

Mentan Amran: Harga Telur Mulai Turun Usai Penindakan Anomali Distribusi

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan harga telur ayam di tingkat konsumen mulai turun setelah pemerintah berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk menindak anomali distribusi. Pernyataan itu disampaikan dalam Rapat Koordinasi Terbatas Pangan di Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Jakarta, pada Senin, 26 Oktober 2026.

“Alhamdulillah terima kasih Pak Kabareskrim, juga Pak Polri, kami sudah bicara, sudah mulai menindak. Baru diumumkan harga sudah turun. Jadi harga turun di konsumen. Nah jadi ini kabar baik,” kata Amran.

Anomali harga terlihat dari kesenjangan antara harga telur di tingkat peternak dan konsumen. Harga telur di tingkat peternak berada pada kisaran Rp20.000–Rp21.000 per kilogram, sedangkan di tingkat konsumen mencapai Rp40.000–Rp45.000 per kilogram.

“Telur ayam surplus, bahkan ekspor. Tapi di tingkat peternak itu harga telur ayam Rp20.000–Rp21.000 per kilogram. Harusnya Rp26.000 dan Rp30.000. Tetapi juga ironisnya di konsumen Rp40.000–Rp45.000. Ini di atas harga eceran tertinggi. Ada anomali,” ujar Amran.

Kondisi ini dinilai merugikan kedua ujung rantai pasok. Peternak menerima harga rendah di tengah biaya pakan dan operasional yang tidak serta-merta turun, sementara konsumen tidak menikmati surplus produksi karena harga eceran melampaui harga eceran tertinggi dan memukul daya beli rumah tangga.

Untuk membantu peternak, pemerintah menyiapkan langkah jangka pendek melalui dukungan bahan baku pakan. Pemerintah membeli bahan baku pakan berupa bungkil kedelai untuk disalurkan langsung kepada peternak dengan harga Rp8.630 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga swasta yang berkisar Rp10.000–Rp12.000 per kilogram.

Selain itu, pemerintah menyiapkan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) Bulog serta pembangunan pabrik tepung telur bersama BUMN. Fasilitas pengolahan tersebut ditargetkan selesai dalam satu tahun untuk mengurangi ketergantungan impor olahan pangan dan memperkuat ketersediaan produk olahan dalam negeri.

“Insyaallah kita akan bangun. Kami bersama BUMN, itu kita akan bangun. Dan tidak terlalu lama pabriknya. Satu tahun selesai, impornya nanti kita stop,” ujar Amran.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *