Wednesday, 28 October 2026
Daerah

Dari Lereng Merapi-Merbabu, Muhammadiyah Selo Rintis Kebun Kopi dan Ternak Domba

Dari Lereng Merapi-Merbabu, Muhammadiyah Selo Rintis Kebun Kopi dan Ternak Domba

BOYOLALI — Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Selo tengah merintis impian membangun kebun kopi dan peternakan domba, sekaligus merancang amal usaha berbasis potensi lokal. Gagasan itu mengemuka dalam kunjungan Touring & Ngaji kader Muhammadiyah Ngaglik, Sleman, ke Selo pada Sabtu (17/10/2026).

Selo berada di lereng Merapi-Merbabu, Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, pada ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut. Mayoritas mata pencaharian masyarakat setempat bertumpu pada pertanian dan peternakan, sementara kondisi geografis dan keterbatasan sumber daya menjadi tantangan tersendiri.

Ketua PCM Selo, Sutris, bersama rombongan dari Ngaglik yang dipimpin Ketua PCPM Ngaglik Muhammad Zulfi Ifani dan Komandan KOKAM Ngaglik Teguh Kuwato, berdiskusi soal penguatan fondasi kelembagaan dan perluasan jangkauan dakwah. Salah satu rencana yang dibahas adalah pembangunan kantor PCM sebagai pusat kegiatan, koordinasi, dan syiar Islam.

Dua rencana usaha yang tengah dirintis adalah merek Kopi PCM Selo dan usaha peternakan domba. Namun, perwujudannya masih membutuhkan proses, dukungan, dan penguatan kapasitas pengelolaan. PCM Selo sendiri menjaga dakwah lewat pertemuan rutin dua kali setiap bulan, yang dihadiri masyarakat dari beragam latar belakang, termasuk yang bukan anggota Muhammadiyah.

Kunjungan rombongan Ngaglik semula merupakan agenda penyegaran dan konsolidasi kader menjelang akhir masa kepengurusan yang tersisa sekitar satu tahun. Perjalanan pulang-pergi rombongan itu mencapai sekitar 122 kilometer melintasi wilayah Boyolali dan sekitarnya.

Dalam diskusi itu, peran KOKAM juga dibahas agar tidak hanya bertugas pada pengamanan, tetapi juga bergerak dalam amar makruf nahi mungkar dan kegiatan sosial yang menjawab kebutuhan masyarakat, misalnya merespons peredaran minuman keras dan patroli untuk mengantisipasi klitih. Pertukaran pengalaman ini menjadi bekal bagi kedua cabang untuk memperkuat dakwah di wilayah pegunungan, yang membutuhkan kreativitas dalam memanfaatkan potensi ekonomi masyarakat, bukan hanya penguatan organisasi.

Foto ilustrasi: Republika

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *