Wednesday, 28 October 2026
Ekonomi

BCA Cetak Laba Rp45,2 Triliun dalam Sembilan Bulan, Kredit Produktif Naik 17,2 Persen

BCA Cetak Laba Rp45,2 Triliun dalam Sembilan Bulan, Kredit Produktif Naik 17,2 Persen

PT Bank Central Asia Tbk (BCA) membukukan laba bersih Rp45,2 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2026, tumbuh 4,2 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Kinerja itu disampaikan jajaran direksi BCA, antara lain Presiden Direktur Hendra Lembong, dalam paparan daring pada Selasa, 27 Oktober 2026.

Total penyaluran kredit BCA naik 12,6 persen secara tahunan menjadi Rp1.063 triliun per September 2026. Kredit produktif tercatat Rp831 triliun, tumbuh 17,2 persen, dengan rincian kredit korporasi Rp528,1 triliun, kredit komersial Rp154,1 triliun, dan kredit usaha kecil menengah (UKM) Rp149,2 triliun. Kredit korporasi tumbuh paling cepat, yakni 20,9 persen, disusul UKM 15,4 persen dan komersial 7,8 persen.

Pertumbuhan kredit korporasi ditopang sektor perkebunan, pertanian, infrastruktur, transportasi, energi, pembangkit listrik, serta teknologi dan infrastruktur digital. Sementara itu, pertumbuhan kredit UKM berasal dari sektor perdagangan, distribusi, jasa usaha, transportasi dan logistik, serta industri makanan dan minuman.

Dari sisi pendanaan, dana giro dan tabungan tumbuh 10,4 persen menjadi Rp1.103 triliun per September 2026, sedangkan total dana pihak ketiga naik 8 persen secara tahunan menjadi Rp1.301 triliun. Margin bunga bersih (net interest margin) naik dari 5,3 persen pada triwulan II 2026 menjadi 5,6 persen pada triwulan III 2026, ditopang pertumbuhan kredit produktif di tengah biaya dana yang relatif stabil.

Mengapa permintaan kredit menguat? Karena kebutuhan modal kerja dunia usaha meningkat menjelang musim libur. Pelaku usaha umumnya menyiapkan stok dan produksi 4 hingga 5 bulan sebelum Natal dan Tahun Baru, Tahun Baru Imlek, serta Lebaran, sehingga penyaluran kredit produktif ikut terdongkrak.

Untuk keseluruhan 2026, BCA memperkirakan pertumbuhan kredit mencapai 10 hingga 12 persen, di atas target awal Rencana Bisnis Bank sebesar 8 hingga 10 persen, meski rencana bisnis tersebut tidak direvisi. Rasio kredit bermasalah (non-performing loan) tercatat 1,8 persen per September 2026, rasio kredit berisiko 4,6 persen, dan rasio kecukupan modal 27,1 persen.

“BCA berkomitmen menyalurkan kredit ke beragam sektor untuk mendukung perekonomian nasional,” demikian komitmen yang disampaikan manajemen BCA. Kinerja sembilan bulan ini menjadi modal bagi BCA untuk menutup 2026 dengan penyaluran kredit yang tetap ekspansif namun terjaga kualitasnya.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *