Wednesday, 28 October 2026
Nasional

OJK Sulteng Tutup Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Palu, Dorong Akses Keuangan Merata

OJK Sulteng Tutup Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Palu, Dorong Akses Keuangan Merata

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Sulawesi Tengah menutup rangkaian Bulan Inklusi Keuangan (BIK) 2026 dengan acara puncak di Kota Palu pada Minggu malam, 25 Oktober 2026. Penutupan ini menjadi penanda berakhirnya program yang berjalan sejak September 2026 untuk memperluas akses masyarakat terhadap produk dan layanan keuangan.

Acara puncak tersebut dihadiri Kepala OJK Sulawesi Tengah Bonny Hardi Putra bersama jajaran pemerintah daerah, Forum Komunikasi Industri Jasa Keuangan (FKIJK) Sulawesi Tengah, pelaku industri jasa keuangan, media massa, pelajar, mahasiswa, dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Dalam seremoni penutupan, para undangan melakukan pemukulan gimba secara simbolis sebagai tanda berakhirnya rangkaian BIK 2026 di Sulawesi Tengah.

Tujuan utama program ini adalah membuka akses keuangan seluas-luasnya bagi berbagai lapisan masyarakat sekaligus meningkatkan pemahaman mereka tentang produk dan layanan keuangan. OJK Sulawesi Tengah menilai inklusi keuangan tidak cukup diukur dari angka dan target semata, melainkan juga dari kemampuan masyarakat mengambil keputusan keuangan secara bijak. Karena itu, program ini turut diarahkan untuk menumbuhkan budaya menabung di kalangan pelajar, memperkuat perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan, dan mengejar target inklusi keuangan nasional secara terpadu, masif, dan berkelanjutan.

Dari sisi pelaksanaan, BIK 2026 di Sulawesi Tengah diisi dengan edukasi keuangan bagi pelajar dan mahasiswa, gelar wicara, kompetisi cerdas cermat keuangan, ajang BIK Idol, serta UMKM Summit. Melalui UMKM Summit, pelaku UMKM didorong agar lebih mudah mengakses industri jasa keuangan, termasuk untuk memenuhi kebutuhan tambahan modal dan pembiayaan usaha. Selain itu, OJK Sulawesi Tengah memberikan penghargaan kepada pelaku industri jasa keuangan dan media massa yang aktif mendukung program literasi dan inklusi keuangan di daerah tersebut.

Data Survei Nasional Literasi dan Inklusi Keuangan (SNLIK) 2026 yang dikutip dalam kegiatan ini menunjukkan indeks literasi keuangan nasional sebesar 69,57 persen dan indeks inklusi keuangan nasional sebesar 93,61 persen. Sementara itu, di Sulawesi Tengah, indeks literasi keuangan tercatat 60,07 persen dan indeks inklusi keuangan 88,65 persen pada 2026. Selisih angka tersebut menjadi latar mengapa edukasi dan perluasan akses keuangan di daerah masih perlu terus didorong, terutama agar masyarakat tidak hanya memiliki rekening atau produk keuangan, tetapi juga memahami manfaat dan risikonya.

Dengan berakhirnya BIK 2026, OJK Sulawesi Tengah berharap kolaborasi antara regulator, pemerintah daerah, industri jasa keuangan, media, dan dunia pendidikan terus berlanjut. Tujuannya agar akses keuangan yang sudah dibuka selama program ini tidak berhenti pada seremoni penutupan, melainkan benar-benar dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, dari pelajar yang mulai menabung hingga UMKM yang memperoleh pembiayaan usaha secara lebih mudah.

Sumber: ANTARA News — “OJK Sulteng tingkatkan akses keuangan masyarakat melalui BIK 2026” (26 Oktober 2026), diperkuat Republika (sumber ANTARA) dengan judul “OJK Sulteng Pacu Inklusi Keuangan Lewat Bulan Inklusi Keuangan 2026”. Baca sumber asli di antaranews.com dan republika.co.id.

Foto: Kepala OJK Sulawesi Tengah Bonny Hardi Putra bersama forkopimda dan perwakilan FKIJK Sulawesi Tengah pada seremoni penutupan Bulan Inklusi Keuangan 2026 di Palu, Minggu malam (25/10/2026). Foto: ANTARA/Nur Amalia Amir.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *