Wednesday, 28 October 2026
Pendidikan

Instruksi Tebang Pohon Diprotes Siswa, Kepsek SMAN 1 Simpang Ulim Dicopot

Instruksi Tebang Pohon Diprotes Siswa, Kepsek SMAN 1 Simpang Ulim Dicopot

Kepala SMAN 1 Simpang Ulim dicopot dari jabatannya setelah instruksi Cabang Dinas Pendidikan (Cabdin) Wilayah Aceh Timur untuk menebang pohon di lingkungan sekolah itu diprotes siswa. Pencopotan tersebut menjadi babak baru dari polemik penebangan pohon yang sebelumnya juga sempat dijelaskan pihak sekolah.

Penebangan pohon di lingkungan sekolah sering memicu perdebatan. Di satu sisi, pohon yang sudah tua, rapuh, atau terlalu dekat dengan bangunan dapat membahayakan keselamatan warga sekolah, terutama saat angin kencang atau hujan lebat. Di sisi lain, pohon adalah bagian dari kenyamanan dan identitas sekolah: peneduh halaman, penyaring udara, dan ruang belajar luar ruang bagi siswa.

Karena itu, keputusan menebang pohon seharusnya tidak diambil secara sepihak. Pohon di sekolah bukan sekadar tanaman, melainkan fasilitas bersama yang dirasakan manfaatnya oleh seluruh warga sekolah. Ketika siswa sebagai penghuni sehari-hari sekolah merasa tidak dilibatkan, protes menjadi bentuk penyampaian aspirasi yang wajar.

Dalam struktur pendidikan Aceh, Cabdin adalah perpanjangan Dinas Pendidikan provinsi di tingkat kabupaten dan kota. Cabdin memiliki kewenangan pembinaan terhadap sekolah menengah di wilayahnya, termasuk dalam hal penataan lingkungan sekolah. Namun kewenangan itu perlu dijalankan dengan komunikasi yang baik kepada kepala sekolah, guru, dan siswa.

Pencopotan kepala sekolah sendiri merupakan sanksi administratif yang berat. Kepala sekolah adalah pemimpin satuan pendidikan yang bertanggung jawab atas seluruh kegiatan sekolah, mulai dari pembelajaran, pengelolaan guru dan tenaga kependidikan, hingga hubungan dengan orang tua siswa. Pencopotan berarti pimpinan sekolah dinilai tidak lagi memenuhi syarat untuk memimpin satuan pendidikan tersebut.

Kasus ini juga menunjukkan bahwa suara siswa tidak bisa diabaikan dalam pengelolaan sekolah. Siswa adalah pihak yang paling merasakan dampak keputusan sekolah, mulai dari kenyamanan belajar hingga keamanan lingkungan. Ruang bagi siswa untuk menyampaikan keberatan secara tertib perlu dijaga, agar aspirasi tidak berubah menjadi konflik berkepanjangan.

Ke depan, polemik ini diharapkan menjadi pelajaran bagi semua pihak. Setiap keputusan yang menyangkut lingkungan sekolah sebaiknya didahului dengan penjelasan terbuka mengenai alasannya, disertai musyawarah dengan warga sekolah. Bila penebangan memang diperlukan demi keselamatan, alasannya harus dapat dipahami; bila tidak, pohon yang menjadi peneduh sekolah sebaiknya tetap dipertahankan.

Yang terpenting, pergantian pimpinan sekolah tidak boleh mengganggu proses belajar mengajar. Pimpinan baru yang ditunjuk perlu segera memastikan kegiatan sekolah berjalan normal, sekaligus membangun kembali kepercayaan warga sekolah yang sempat terganggu oleh polemik penebangan pohon ini.

Foto ilustrasi: Pexels

Sumber: Kanal Aceh. Baca berita aslinya di Kanal Aceh.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *