Wednesday, 28 October 2026
Kesehatan

Insomnia Dikaitkan dengan Risiko Stroke, Demensia, dan Gangguan Kesehatan Mental

Insomnia Dikaitkan dengan Risiko Stroke, Demensia, dan Gangguan Kesehatan Mental

Insomnia atau gangguan tidur dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke, demensia, dan sejumlah masalah kesehatan mental. Sebuah tinjauan yang dimuat di jurnal Sleep Medicine Reviews, yang disusun para ilmuwan dari Austria, Jerman, Italia, dan Swiss dengan menganalisis sekitar 20 tinjauan komprehensif yang melibatkan jutaan peserta dari berbagai negara, menemukan kaitan yang konsisten antara insomnia dan gangguan kesehatan otak serta mental.

Orang yang mengalami insomnia tercatat memiliki risiko stroke 26 persen lebih tinggi dibandingkan orang tanpa gangguan tidur tersebut. Mereka juga lebih mungkin mengalami depresi dan percobaan bunuh diri, serta memiliki peluang hampir 30 persen lebih tinggi untuk dirawat di rumah sakit karena berbagai sebab.

Penulis utama tinjauan itu, Luca Vignatelli, peneliti senior di IRCCS Institute of Neurological Sciences Italia, dikutip ABC News pada Sabtu (24/10/2026), menyampaikan bahwa insomnia perlu dipandang sebagai tanda peringatan bagi kesehatan otak dan mental, bukan sekadar keluhan tidur biasa.

Spesialis kedokteran tidur, Thanuja Hamilton, menjelaskan hubungan dua arah antara tidur dan kesehatan mental. Kecemasan dan depresi dapat menyulitkan seseorang untuk tertidur atau tetap tidur serta menurunkan kualitas tidur, sementara tidur yang buruk pada gilirannya meningkatkan risiko kecemasan dan depresi. Akibatnya, seseorang menjadi lebih mudah tersinggung, lebih cemas, dan kurang mampu menghadapi stres, yang kemudian semakin memperburuk tidurnya.

Studi itu juga menemukan kaitan antara insomnia dan demensia, terutama penyakit Alzheimer. National Institutes of Health Amerika Serikat mencatat tidur membantu otak membersihkan zat sisa yang berkaitan dengan gangguan fungsi otak dan Alzheimer. Dengan demikian, menjaga kualitas tidur menjadi bagian penting dari upaya menjaga kesehatan otak dalam jangka panjang.

Bila gangguan tidur berlangsung lama dan mulai mengganggu aktivitas sehari-hari, berkonsultasi dengan tenaga kesehatan menjadi langkah yang dianjurkan, agar penyebabnya dapat ditelusuri dan ditangani sebelum berdampak lebih jauh pada kesehatan otak dan mental.

Sumber: Republika. Baca berita aslinya di: Awas, Insomnia Ternyata Bisa Berdampak pada Kesehatan Otak dan Mental.

vbgnb

About Author

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *