BANDA ACEH — PKBM Ruman Aceh menggelar lokakarya membaca kritis dan menulis puisi kreatif bagi warga belajar di Banda Aceh, Minggu (25/10/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan literasi peserta didik kesetaraan, sekaligus membuka ruang berekspresi lewat karya sastra.
Foto: Antara Aceh.
Siapa yang terlibat dalam kegiatan ini? Lokakarya dipimpin Kepala PKBM Ruman Aceh, Nonong Noviasyah, dengan pendiri sekaligus pembina PKBM, Ahmad Arif. Narasumbernya berasal dari kalangan aktivis sastra-budaya Aceh dan dosen Universitas Syiah Kuala, sementara pesertanya adalah warga belajar program kesetaraan.
Apa saja yang dipelajari peserta? Peserta berlatih membaca kritis — memahami bacaan secara mendalam, bukan sekadar membaca — serta menulis puisi kreatif. Karya puisi peserta rencananya akan dibukukan menjadi sebuah antologi, sehingga hasil belajar mereka terdokumentasi dan bisa dibaca publik.
Dari mana kegiatan ini didanai? Lokakarya ini merupakan realisasi Bantuan Operasional Penyelenggaraan (BOP) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. Sehari sebelumnya, PKBM yang sama juga menggelar pelatihan penguatan numerasi bagi warga belajar.
Mengapa PKBM ini patut dicontoh? PKBM Ruman Aceh menggratiskan pendidikan kesetaraan sejak tahun ajaran 2017. Lulusannya beragam, mulai dari prajurit TNI hingga mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Gadjah Mada — bukti bahwa pendidikan kesetaraan bisa menjadi jalan kedua yang nyata menuju masa depan yang lebih baik.
Sumber: Antara Aceh. Baca berita asli di sini.


