TEPI BARAT — Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, memerintahkan blokade Kota Hebron dan persiapan blokade total wilayah Tepi Barat (Yudea dan Samaria). Perintah ini dikeluarkan setelah penembakan mematikan di pos pemeriksaan Judea Junction, di Jalan Raya 35, Tepi Barat selatan, pada Jumat (23/10/2026).
Foto ilustrasi: Pexels.
Bagaimana insiden itu terjadi? Menurut militer Israel, insiden tersebut merupakan upaya serangan yang berhasil digagalkan. Baku tembak di pos pemeriksaan itu berlangsung lebih dari 20 menit. Kedua pelaku penembakan asal Palestina tewas, sementara lima warga Israel terluka dan dua di antaranya kemudian meninggal di rumah sakit.
Apa saja langkah yang diperintahkan Netanyahu? Selain blokade Hebron dan kesiapan blokade total Tepi Barat mulai hari itu, Netanyahu juga menjanjikan pembalasan yang luas, termasuk pembongkaran kawasan tempat tinggal para pelaku, serta pembatalan pertemuan politik yang dijadwalkan pada 23 Oktober. Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir turut disebut dalam pemberitaan seputar respons pemerintah Israel.
Apa konteks yang dicatat artikel sumber? Artikel sumber mencatat bahwa tidak ada bukti yang mengaitkan Otoritas Palestina dengan insiden tersebut. Perintah blokade ini pun dikeluarkan di tengah meningkatnya ketegangan di Tepi Barat, dan dikhawatirkan berdampak luas pada mobilitas warga sipil di wilayah itu.
Apa dampak yang perlu dipantau? Blokade wilayah berpotensi menghambat pergerakan warga, distribusi bantuan, dan aktivitas ekonomi di Hebron maupun Tepi Barat secara keseluruhan. Perkembangan berikutnya — apakah blokade total benar-benar diberlakukan dan bagaimana respons internasional — masih perlu dipantau dari sumber-sumber resmi.
Sumber: Okezone. Baca berita asli di sini.


